Minggu, 25 Januari 2026
Daerah  

Kapolda Perintahkan Kapolres Morowali Utara Lakukan Penyelidikan Soal Tudingan Mendiskreditkan Rohaniawan

Kapolda Perintahkan Kapolres Morowali Utara Lakukan Penyelidikan Soal Tudingan Mendiskreditkan Rohaniawan

Morowali Utara, Teraskabar.idKapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Agus Nugroho berkunjung ke Morowali Utara untuk melihat secara langsung kesiapan Polres jajaran menghadapi Pemilu serentak 2024.

Dalam kunjungannya di Morowali Utara, Senin (30/1/2024), Kapolda Sulteng menyempatkan menggelar konferensi pers di Mako Polres Morowali Utara.

Kapolda Sulteng yang didampingi Bupati Morowali Utara dr Delis, Kapolres Morowali Utara AKBP Imam Wijayanto,  dan Dandim 1311/Morowali Letkol Inf Alzaki, mengatakan, kunjungan ini merupakan salah satu agenda untuk mengecek secara langsung sejauhmana tingkat kesiapan petugas pengamanan, baik yang nantinya bertugas di TPS hingga ke markas komando.

Sekaitan dengan netralitas, Kapolda Sulteng menegaskan netralitas bagi Polri merupakan harga mati.

“Bahwa Polri bersikap netral dan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis,” katanya.

Kapolda menegaskan, fokus Polri adalah bagaimana Pemilu 2024 bisa berlangsung denga aman, damai dan tertib.

Ia menitip pesan untuk masyarakat Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah pada umumnya, untuk menyukseskan setiap tahapan pemilu dengan baik dan senantiasa mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mematuhi nilai-nilai dan kaidah yang baik. Jangan menjadikan Pemilu ini menjadi ajang persaingan yang berujung mengganggu hubungan kekeluargaan, hubungan persaudaraan dan rasa kesatuan dan persatuan masyarakat.

Menjawab pertanyaan salah seorang awak media terkait pernyataan salah seorang warga yang telah mendiskreditkan profesi para rohaniawan. Kapolda memerintahkan kepada Kapolres Morowali Utara untuk mendalaminya.

Menurut Kapolda Sulteng, hasil dari pendalaman kasus itu melalui proses penyelidikan, selanjutnya bisa diketahui, apakah oknum melakukan pelanggaran pidana atau tidak pada kasus tersebut.

Terpisah, Yan Paulus yang merupakan kakak kandung Ezra Mbaloto mengakui bahwa Ezra mengalami  gangguan Ketika berkomunikasi dengan seseorang.

  Apel Siaga Pengawasan Pemilu 2024, Ketua Bawaslu Sulteng Sebut Ada Dua Tahapan Krusial

“Kadang tidak nyambung, kecuali berteriak sedikit, pendengarannya kurang itu,” kata Yan Paulus.

Caleg Partai Demokrat Dapil 3 Morowali Utara nomor urut 2 ini mengatakan,  Ezra pada prinsipnya telah melakukan pencemaran karena mendiskreditkan para pendeta. Kalaupun yang bersangkutan gentle, kenapa tidak menyebut langsung figure yang dia maksud.

“Makanya saya bilang tidak usah dihiraukan,” lanjutnya.

Begitupula dengan publikasi terhadap video tersebut karena maksud tertentu, apalagi ada hubungannya dengan para pendeta. Sehingga, ia kembali mengimbau agar pernyataan yang dilontarkan Ezra agar tak usah dihiraukan.

“Saya sendiri secara pribadi mendoakan supaya Pileg 2024 ini bisa berhasil,” imbuhnya. (erny/teraskabar)