Parimo, Teraskabar.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah tahap I untuk bantuan pangan di daerah itu. Penyerahan cadangan beras pemerintah tahap pertama ini diserahkan langsung oleh Pj Bupati Parigi Moutong, Ricard Arnado berlangsung di halaman Kantor Bupati, Kamis (1/2/2024).
“Atas nama Pemerintah Daerah, saya mengapresiasi serta mendukung kegiatan ini, dimana kegiatan ini merupakan bentuk perhatian serta dukungan pemerintah dalam menekan angka inflasi dalam bentuk bantuan pangan.” ucap Ricard.
Baca juga: Belum Ada Pasokan Listrik PLTA Poso ke Morowali, JK Ungkap Penyebabnya
Menurut dia, kegiatan ini menindaklanjuti surat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) tentang penyaluran Cadangan Beras Pemerintah untuk bantuan pangan beras tahun 2024.
Dia menjelaskan, penyaluran bantuan Cadangan Beras Pemerintah merupakan perintah langsung Presiden RI Joko Widodo, dengan mekanisme penyaluran beras diatur oleh Badan Pangan Nasional selaku regulator kegiatan.
Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah untuk bantuan pangan beras tahun 2024, di daerah ini katanya, dapat berdampak positif serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Baca juga: Beras Kembali Miliki Andil Terbesar, Inflasi Kota Palu Capai 0,09 Persen di Oktober 2023
Hal ini merupakan langkah nyata dan bentuk keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup, khususnya masyarakat Kabupaten Parigi Moutong.
Olehnya, melalui program penyaluran Cadangan Beras Pemerintah untuk pemberian bantuan pangan ini, diharapkan sebagai upaya untuk menanggulangi kekurangan pangan yang dapat berdampak terjadinya krisis pangan, pengendalian inflasi, serta melindungi terjadinya dampak fluktuasi harga penerima bantuan pangan.
Baca juga: Respon Catatan BPS, Gubernur Sulteng Minta OPD Teknis Kendalikan Harga Beras
Kemudian, tujuan lain penyaluran Cadangan Beras Pemerintah adalah, untuk meningkatkan penyediaan pangan untuk menjamin pasokan pangan yang stabil, serta pemenuhan kebutuhan beras masyarakat yang meningkat.
“Ini dilakukan sebagai instrumen stabilisasi harga untuk meningkatkan akses pangan kelompok masyarakat rawan pangan kronis karena kemiskinan,” ujarnya. (teraskabar)






