Morowali, Teraskabar.id – Operasional PT Vale Indonesia atau PT Vale di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) memasuki babak baru. PT Vale telah mencapai kemajuan yang berarti di proyek pertumbuhannya baik di Bahodopi dan Sambalagi yang dikenal sebagai proyek Morowali. Kemajuan berarti juga terjadi di Proyek Pomalaa, dan Sorowako.
CEO PT Vale Febriany Eddy mengatakan, untuk proyek Morowali, baru-baru ini PT Vale telah mendapatkan AMDAL baru untuk area tambang di Bahodopi dan juga kawasan industri Sambalagi.
Baca juga: PT AKM Beroperasi Tanpa Amdal di Tambang Poboya, Plt Ketua Lembaga Adat: Semuanya Tutup Mata
“Laju pembebasan lahan untuk area pertambangan telah meningkat pesat sehingga memungkinkan perseroan mencapai kemajuan yang berarti dalam pembangunan pertambangan,” kata Febriany melalui keterangan resmi yang diperoleh media ini, Senin (12/2/2024).
Kini kata Febriany, perseroan tengah melanjutkan pembangunan pelabuhan untuk pengangkutan bijih.

Demikian pula, pekerjaan awal pembangunan pabrik di Sambalagi telah berjalan dengan baik, dan perseroan sedang melanjutkan proses kontrak EPC untuk pembangunan pabrik dan infrastruktur pendukungnya.
Untuk proyek Pomalaa, PT Vale terus membuat kemajuan pada pekerjaan konstruksi awal tambang, sambil menyelesaikan proses tender EPC untuk pembangunan tambang di Pomalaa.
Baca juga: Amdal PT Vale Komprehensif dan Memperhatikan Seluruh Aspek, Wabup Morowali: Laik Direkomendasikan
Pasca penandatanganan perjanjian tiga pihak antara PT Vale, Huayou, dan Ford yang disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada awal tahun lalu, Ford telah resmi bergabung menjadi pemegang saham PT Kolaka Nickel Indonesia (PT KNI) perusahaan patungan yang didirikan untuk membangun dan mengoperasikan pabrik HPAL di Pomalaa.
“Dengan gembira kami menginformasikan bahwa Ford telah resmi bergabung menjadi pemegang saham PT Kolaka Nickel Indonesia atau PT KNI,” ujarnya.
Program investasi ke tiga dalam agenda pertumbuhan perseroan adalah Proyek Sorowako. Pihaknya menurut Febriany, telah menandatangani perjanjian kerjasama definitif dengan Huayou untuk pembangunan HPAL di Luwu Timur. Saat ini Huayou tengah menyelesaikan semua perizinan yang dibutuhkan. (teraskabar)






