Gaza, Teraskabar.id– Prancis menyerahkan rancangan resolusi amandemen kepada Dewan Keamanan PBB pada Kamis (11/4/2024), dan menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza.
Hal ini terjadi pada saat Dewan Keamanan meminta pendudukan Israel untuk mengizinkan lebih banyak bantuan masuk ke Jalur Gaza yang terkepung.
Rancangan resolusi Perancis yang diamandemen mencakup penolakan terhadap pemindahan paksa penduduk sipil di Jalur Gaza, juga menuntut pembukaan semua titik penyeberangan ke dalam dan di dalam Jalur Gaza, dan menekankan penerapan langkah-langkah yang diumumkan oleh pendudukan mengenai peningkatan jumlah penduduk sipil di Jalur Gaza, termasuk peningkatan bantuan bagi warga di Gaza.
Baca juga: Beginilah Cara Perancis Berpartisipasi dalam Perang Genosida di Gaza
Proyek tersebut menyerukan pembukaan permanen pelabuhan Ashdod dan jalan darat dari Yordania ke Jalur Gaza, dan menekankan penolakan terhadap serangan darat apa pun di Rafah.
Rancangan resolusi Perancis ini muncul sekitar dua pekan setelah Dewan Keamanan mengadopsi resolusi untuk gencatan senjata segera di Jalur Gaza, usai Dewan Keamanan gagal meloloskan amandemen terhadap rancangan resolusi yang mencakup frasa gencatan senjata permanen.
Dewan menekankan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan aliran bantuan kemanusiaan ke Gaza, dan perlunya menghilangkan semua hambatan dalam pengiriman bantuan, serta menyerukan pembebasan semua sandera segera dan tanpa syarat.
Baca juga: Dewan Keamanan PBB Setujui Resolusi Gencatan Senjata di Gaza
Dalam konteks ini, para anggota Dewan menyerukan agar semua hambatan dalam pengiriman dan pendistribusian bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di Jalur Gaza segera dicabut, dan mereka menyatakan keprihatinan mendalam terhadap situasi bencana kemanusiaan dan ancaman kelaparan yang akan segera terjadi di Jalur Gaza.
Dewan Keamanan juga menegaskan dukungan mereka terhadap upaya penyelamatan jiwa yang dilakukan oleh staf PBB dan lembaga-lembaganya, termasuk UNRWA. (teraskabar)








