Senin, 26 Januari 2026

Fotradnas XIII 2024 Berakhir, Kontingen Sulteng Urutan Delapan

Fotradnas XIII 2024 Berakhir, Kontingen Sulteng Urutan Delapan
Perwakilan kontingen Sulteng saat menerima penghargaan di Fotradnas ke-XIII di Parimo. Foto: Aswadin

Parimo, Teraskabar.id– Tim Sulawesi Tengah (Sulteng) meraih juara delapan pada Festival Olahraga Tradisional Tingkat Nasional (Fotradnas) ke XIII tahun 2024 yang diikuti 12 provinsi.

“Semua tim tampil bagus sehingga dewan juri kebingungan untuk menentukan penilaiannya,” kata Sekretaris Deputi 3 Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Aris Subiyono saat menutup secara resmi Fotradnas ke-XIII di Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu malam (12/7/2024).

Baca jugaKemenpora Sebut Fotradnas Upaya Pelestarian Budaya Melalui Olahraga Tradisional

Pada kesempatan itu, Aris Subiyono menyampaikan amanat dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) terkait Peraturan Presiden Nomor  86 tahun 2022 tentang olahraga.

Amanat dalam aturan tersebut kata Aris, terdapat tiga pilar di antaranya olahraga prestasi, olahraga pendidikan, dan olahraga masyarakat.

“Dan di dalam olahraga masyarakat ada olahraga tradisional,” ujarnya.

Sehingga, olahraga tradisional merupakan salah satu upaya pihaknya mengajak seluruh masyarakat berolahraga demi menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.

Baca jugaPolda Sulteng dan Kodam XIII Merdeka Teken Perjanjian Kerja Sama Amankan Pemilu 2024

Ia menjelasakan, bahwa data terakhir Fotradnas yang dilaksanakan dilevel kabupaten/kota realisasinya baru sekitar 10 persen dari 500 lebih kabupaten/kota di Indonesia.

“Jadi dalam setahun sekitar 50 sekian kabupaten yang sudah melaksanakan. Target kita sebetulnya sampai di 50 persen pada tahun 2029 nanti,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dengan adanya festival olaharaga tradisional ditingkat nasional ini, tentunya akan menjadi inspirasi kepada daerah untuk mengadakan Fotradnas tingkat kabupaten/kota, kemudian tingkat Provinsi hingga ke tingkat nasional.

Selain itu kata dia, kegiatan yang dilakukan dalam rangka pengembangan olahraga tradisional pada tahun genap ini adalah, Fotradnas seperti saat ini.

  Tinjau Bendungan Sungai Torue, Menteri PUPR : Air Sudah Tidak Masuk Irigasi

Baca jugaPangdam XIII Merdeka Berkunjung di Kawasan Industri PT SEI dan PT GNI di Morut

“Dan ini salah satu upaya untuk menggali olahraga tradisional yang ada di masyarakat. Jadi sifatnya lebih kepada penggalian olahraga tradisi,” katanya.

Kemudian, untuk tahun 2025 mendatang Kemenpora kata dia, akan menggelar Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional (Potradnas).

Menurutnya, pekan olahraga tradisional ini nantinya, akan mempertandingkan cabang olaharaga (Cabor) tradisional yang sudah dibakukan oleh pemerintah.

“Dan sampai hari ini sudah ada 11 Cabor tradisional yang kita pertandingkan di Potradnas, salah satunya tarik tambang,” terangnya.

Ia berharap, kontingen yang kini sudah mengirimkan pesertanya pada Fotradnas ke – VIII kali ini untuk bisa mengikuti kejuaraan yang akan diadakan tahun depan, yakni pekan olahraga tradisional.

“Untuk sementara tempat pelaksanaanya masih kami lakukan penjaringan. Kami belum bisa tetapkan, karena ada beberapa daerah yang ingin menjadi tuan rumah,” ujarnya. (wad/teraskabar)