Donggala, Teraskabar.id– Untuk menghadapi potensi kedaruratan dalam proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Polres Donggala menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota). Simulasi juga melibatkan satu peleton TNI dari Kodim 1306 Palu.
Untuk diketahui, simulasi dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan selama proses Pilkada.
Kabag Ops Polres Donggala, AKP Syahrul menegaskan pentingnya simulasi untuk memastikan seluruh personel siap dan paham dengan prosedur penanganan situasi yang mengancam stabilitas wilayah.
“Ini ihktiar kami untuk memastikan Pilkada 2024 di Donggala berlangsung aman dan kondusif,” kata Syahrul, Rabu (28/8/2024).
Dengan persiapan yang matang, lanjut Syahrul, diharapkan Pilkada 2024 di Kabupaten Donggala dapat berlangsung lancar tanpa gangguan keamanan yang berarti.
Dalam simulasi ini ratusan warga pendukung salah satu calon bupati Donggala anarkis saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor KPU Donggala, hingga terjadi bentrok dengan petugas kepolisian.
Tak hanya itu, dalam insiden tersebut petugas kepolisian menembakan gas air mata ke kerumunan massa. Polisi berusaha memukul mundur masa aksi. Namun, hal tersebut bukan membuat massa takut, justru semakin marah dan anarkis, hingga melakukan pelemparan kea rah polisi disekitar kantor KPU Donggala.
Massa aksi baru bisa dibubarkan setelah Polres Donggala menerjunkan personil khusus motor traile, untuk melakukan tindakan tegas dengan mengamankan coordinator lapangan (korlap) dalam aksi tersebut. (jalu/teraskabar)







