Palu, Teraskabar.id– Tersisa sekitar 34 hari jelang voting day atau pungut hitung pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Palu, 27 November 2024, pasangan calon nomor urut 2, Hadianto Rasyid-Imelda Liliana Muhidin semakin massif menggelar kampanye terbatas.
Kali ini, kampanye Paslon nomor urut 2, di Jalan Danau Talaga Lorong I Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat, Rabu malam (23/10/2024), dihadiri calon wakil wali (Cawawali) kota Palu Imelda Liliana Muhidin.
Baca juga: Imelda Akui Warga Jalan Labu Balaroa Pendukung Setia Hadianto di Pilwakot Palu
Kehadiran Cawawali Imelda Liliana Muhidin disambut antusias oleh warga yang sebelumnya nama-nama mereka sudah terdaftar dan terdata untuk menghadiri kampanye Imelda. Dan uniknya lagi, pada kampanye Imelda didominasi oleh kelompok perempuan. Itu artinya bahwa pendukung Imelda Pilkada Kota Palu 2024 didominas dari kelompok Perempuan atau emak-emak.
Saat dialog dengan warga di Seputaran Jalan Danau Talaga Lrg I, Imelda mendapat sejumlah aspirasi dari warga dan rata-rata pertanyaannya mengarah pada pemberdayaan kaum Perempuan melalui pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Aspirasi tersebut semakin membangkitkan spirit Cawawali Imelda untuk memajukan kaum perempuan terutama kelompok ibu-ibu alias emak-emak agar bagaimana mereka mampu mengembangkan usahanya sehingga bisa berdaya saing dan bisa dipasarkan kemana-mana. Bukan hanya pangsa pasarnya sekitar Kota Palu, namun bagaimana caranya produk pelaku UMKM ini memiliki nilai jual yang bisa tembus ke pasar nasional hingga internasional.
Baca juga: PPP Maksimalkan Mesin Partai dan Simpul Relawan Menangkan Hadianto-Imelda di Pilwakot Palu
” Karena itu perlunya pemerintah memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM dengan mengedukasi agar bagaimana produk yang mereka hasilkan bisa dipasarkan ke luar daerah, bukan hanya di Palu saja. Bagaimana produk UKM ini bisa masuk ke Mall, bahkan bisa masuk ke stand-stand penjualan oleh-oleh khas Palu,” kata Imelda.
Menurut Imelda, inilah yang nanti kita dorong untuk pemberdayaan pelaku UMKM. Memberikan mereka pembekalan berupa pelatihan, lanjut pada praktek hingga pada pengemasan. Sehingga produk yang dihasilkan betul-betul dipastikan terjamin kualitas mutunya. Setelah itu, mengajarkan mereka tata cara pembukuan, untuk mengetahui untung ruginya.
“Di sinilah Pemerintah Kota harus hadir dalam memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM ini,” ujar Imelda.
Ke depan, kita bisa pastikan para pelaku UMKM yang tergabung dalam kelompok UKM yang telah mendapat pendampingan dari pemerintah, bisa menjadi kelompok usaha yang mandiri dan berdaya saing.
“Inilah salah satu cara yang kami lakukan untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Palu melalui pengembangan bisnis UKM dan UMKM,” ujar Imelda. (red/teraskabar)






