Minggu, 25 Januari 2026
Home, Umum  

Gubernur Anwar Hafid Dorong Kearifan Lokal dan ASN Unggul untuk Mewujudkan Visinya

Gubernur Anwar Hafid Dorong Kearifan Lokal dan ASN Unggul untuk Mewujudkan Visinya
Dr. Hasanuddin Atjo. Foto: Istimewa

Oleh Hasanuddin Atjo

Sabtu, 08 Maret tahun 2025, bertempat di gedung Pogombo Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) dilaksanakan rapat terbatas mendiskusikan penyetaraan RPJMDperiode 2024 – 2029.

Selain Gubernur, juga dihadiri oleh Wagub Reny A. Lamadjido, Sekprov Novalina, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rusdy Dewanto, Kepala Bappeda Sandra Tubondo, Kepala Bapenda Rifky A. Mustaqim, bersama tim penyusun RPJMD.

Rapat penyetaraan RPJMD kali ini dinilai agak berbeda karena menghadirkan sejumlah pakar di bidangnya. Dua orang berasal dari mantan birokrat, dua dari akademisi dan satu lainnya dari profesional. Lima pakar diberi kesempatan untuk memberi masukan.

Harapannya agar RPJMD yang disetarakan bisa jadi pedoman operasional sesuai kebutuhan, mencapai Visi Gubernur dan Wakli Gubernur yaitu “Berani mewujudkan Provinsi Sulawesi Tengah yang Maju dan Berkelanjutan”.

Gubernur Anwar Hafid dalam paparannya menyampaikan ada sembilan strategi yang akan diterapkan mencapai visi itu yang didahului oleh kata kata BERANI.

Kata BERANI itu bisa dimaknai sebagai kondisi bahwa semua komponen, termasuk kepala OPD dan perangkatnya harus berani menyusun program dan kegiatan yang bermuara pada kesejahteraan dan kemajuan daerah disertai rasa tanggung jawab dan konsekuensi resiko.

Kondisi ini tentunya menjadi alarm (tanda hati hati) bagi semua pihak. Apalagi Gubernur Anwar mengemukakan satu rupiahpun uang negara yang telah dibelanjakan, seharusnya bermuara pada kesejahteraan rakyat.

Karenannya pendekatan yang dipakai dalam perencanaan dan implementasi seyogianya sudah berorientasi outcome (manfaat) tidak lagi output (administrasi selesai) yang selama ini jadi ciri tata kekola birokrasi.

Sembilan BERANI itu adalah BERANI Cerdas, BERANI Sehat, BERANI Lancar, BERANI Terang, BERANI Berdering. Selanjutnya BERANI Murah, BERANI Panen Raya, BERANI Tangkap Banyak dan BERANI Berkah dilengkapi dengan defenisi operasional.

  Pemprov Nilai Kritik Ketua DPRD Sulteng Kurang Tepat

Dicontohkan oleh Gubernur, BERANI Murah antara lain upaya menjaga inflasi melalui aspek ketersediaan- keterjangkauan bahan pangan oleh OPD, Dinas Pangan bersama Perindustrian.

BERANI Tangkap Banyak, bagaimana OPD Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) bisa memproduksi ikan lebih banyak, baik melalui kegiatan budidaya dan tangkap, dan bermuara pada penyediaan pangan dan peningkatan nilai tukar pembudidaya ikan dan Nelayan, serta pertumbuhan ekonomi daerah dan devisa.

BERANI Panen Raya diperuntukan bagi OPD Tanaman dan Hortikultura serta OPD Perkebunan dan Peternakan dalam penyediaan pangan maupun meningkatkan nilau tukar petani, perkebun dan peternak bahkan pada ekonomi daerah dan devisa.

Tersirat dalam paparan bahwa ada ganjalan Gubernur Anwar dalam mengimplementasikan strategi sembilan BERANI itu terkait kualitas kerjasama dan kompetensi ASN. Ini terlihat dari dua pernyataannya yang diungkapkan untuk direspon.

Pertama bagaimana kearifan lokal seperti gotong royong, membangun kebersanaan dijadikan peraturan formal seperti Peraturan Gubernur (Pergub) agar memiliki kekuatan untuk dipedomani dan ditaati.

Kedua, bercita cita menjadikan ASN di Sulawesi Tengah bisa berkelas dunia. Karena untuk sukses memanfaatkan bonus demografi dan target Indonesia emas 2045, sangat diperlukan ASN yang unggul.

Dalam diskusi yang langsung dipandu oleh Gubernur Anwar, dikemukakan empat sumbang
pikir.

Pertama, Visi Maju harus ada ukuran konkrit agar semua mengetahui termasuk masyarakat. Ini dinilai penting agar terbangun motivasi yang sama.

Ke dua, OPD penyelenggara strategi BERANI harus memiliki inovasi terukur-implementatif terkait tugas dan fungsinya.
Selanjutnya, menetapkan role model (pilot projek perubahan) sebagai lokus menerapkan inovasi tersebut dan harus bisa diukur keberhasilannya. Ukuran dalam mengevaluasi role model adalah capaian target minimal 60 persen. Bila ini capaiannya role model bisa dilanjutkan untuk dibenahi agar hasilnya bisa mendekati dari target ygng ditetapkan.

  P2SP Klarifikasi Keterlambatan Revitalisasi SMKN 1 Tolitoli Utara, Janji Rampung 15 Januari 2026

Bagi yang capaiannya berada di bawah 60 persen, tentunya menjadi bahan pertimbangan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk langkah selanjutnya. Ini adalah salah satu upaya untuk menghindar kesan “like and dislike”.

Ke tiga, sangat sependapat dengan kearifan lokal seperti gotong royong, tenggang rasa, disiplin dan konsisten untuk diformalkan sebagai upaya membangun budaya bekerja bersama-sama, meninggalkan kebiasaan sama-sama bekerja yang jadi salah satu penyebab tidak efektif dan efisiennnya tata kelola.

Jepang adalah negara yang memformalkan kearifan lokal sebagai sebuah kekuatannya. Negara ini sukses menerapkan filisofi “kereta kuda” dalam tata kelola birokrasi.

Maknanya Perfektur (Provinsi) ditarik oleh Shi (kota besar) yang sudah maju. Kemudian Perfektur menggandeng Shi yang belum maju. Tentunya kita berharap Sulawesi Tengah
saatnya nanti bisa mencontoh folosofi itu.

Terakhir, bahwa struktur dari organisasi pemerintahan di pusat dan daerah masuk dalam
kategori Kaya Struktur Miskin Fungsi. Kondisi ini antara lain menyebabkan kurang efektif dan efisiennya penyelenggaan tata kelola.

Gagasan dari Gubernur Anwar untuk menuju ASN berkelas dunia tentunya beralasan. Menjadi negara atau daerah menerapkan prinsip Miskin Struktur Kaya Fungsi perlu ASN yang handal (Inovatif, adaptif dan update). Prinsip seperti ini telah diterapkan di Jepang dan Korea Selatan.

Menutup catatan singkat ini semoga gagasan Gubernur Anwar dan Wagub Reny bisa membawa perubahan yang berarti bagi kemajuan daerah ini, yang masih menghadapi sejumlah tantangan. (***/red/teraskabar)