Minggu, 3 Mei 2026

Pemkab Donggala Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Antisipasi Inflasi Daerah

Pemkab Donggala Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Antisipasi Inflasi Daerah
Bupati Vera Laruni membuka kegiatan gerakan pangan murah, di lapangan Kabonga, Donggala, Selasa (18/3/2025). Foto: Humas Pemkab

Donggala, Teraskabar.idPemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar gerakan pangan murah untuk mengantisipasi terjadinya inflasi.

Bupati Donggala Vera Elena Laruni menyatakan, pangan murah ini untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Ia mengingatkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan gerakan pangan murah Pemkab Donggala tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Kehadiran pangan murah ini harganya relative lebih terjangkau. Masyarakat berbelanjalah sesuai kebutuhan, jangan berlebihan,” kata Vera membuka kegiatan tersebut, di lapangan Kabonga, Donggala, Selasa (18/3/2025).

Lebih jauh, Vera bilang gerakan pangan murah tersebut juga untuk mempererat hubungan Pemkab Donggala dengan masyarakat, ditengah situasi kenaikan harga pangan yang fluktuatif yang berimbas kepada warga yang kurang mampu.

Menurut Vera, fluktuasi yang terlalu tinggi dari pasokan dan harga pangan dapat memberikan dampak kepada masyarakat. Hal ini tentu dapat menimbulkan keresahan sosial.

“Dalam eskalasi lebih luas akan mempengaruhi inflasi daerah. Pada saat inflasi terjadi kenaikan harga pangan akan mempengaruhi daya beli masyarakat hal ini mengurangai keterjangkauan masyarakat terhadap pangan,” demikian Vera.

Terpisah, panitia gerakan panga murah, Annur Dg Matadjang menerangkan, komoditas pangan yang disiapkan dalam kegiatan merupakan komoditas yang disubsidi oleh pemerintah.

Antara lain beras, gula konsumsi, minyak goreng, yang disediakan oleh distributor BUMN pangan seperti Perum Bulog dan Id Food serta pelaku usaha pangan lainnya.

Sedangkan komoditas lainnya seperti cabe rawit merah, bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, tepung terigu, dan komoditas pangan lainya disiapkan oleh petani, peternak, poktan, gapoktan, yang dijual di bawah harga pada umumnya. (red/teraskabar)

  Bupati Morowali Resmi Kukuhkan 48 Putra-Putri Terbaik Sebagai Paskibraka 2025