Minggu, 25 Januari 2026

Ikut Tes PPPK, Andrian Permalukan Diskominfo Morowali Utara

Ikut Tes PPPK, Andrian Permalukan Diskominfo Morowali Utara
Adrian hanya menggunakan tali rapiah sebagai pengganti ban pinggan saat mengikuti ujian PPPK, Senin (19/5/2025). Foto: Istimewa

Morut, Teraskabar. id – Salah satu tenaga honorer Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Morowali Utara (Morut) Andrian Moris Kurniawan yang mengikuti ujian seleksi PPPK jadi bahan olokan dan tertawaan para peserta ujian seleksi.

Pasalnya,saat mengikuti ujian seleksi,Adrian atau sering disapa Iand,menggunakan celana yang longgar. Sehingga, dia terpaksa menggunakan tali rafia untuk digunakan pengganti ban pinggang agar bisa mengatasi celananya yang longgar.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu warga asal Kabupaten Poso yang tidak mau disebutkan namanya.Warga asal Poso tersebut kebetulan mendampingi keluarganya yang ikut juga dalam kegiatan seleksi PPPK. 

Menurutnya,kejadian yang diperlihatkan oleh Andrian jadi bahan tontonan dan tertawaan,serta mempermalukan Pemda Morut. Andrian Moris Kurniawan merupakan staf honorer di Dinas Kominfo Kabupaten Morut, yang notabene Morut merupakan kabupaten penghasil Nikel terbesar di mata dunia. Bisanya mengikuti kegiatan tidak ada persiapan jauh sebelumnya.

“Awalnya,saya melihat pemandangan yang dipertontonkan oleh Andrian Moris Kurniawan salah satu peserta asal Morut merasa lucu dan tertawa.Padahal dia itu staf honorer dinas Kominfo yang boleh dikata,daerah asalnya yang menghasilkan Nikel ternama urutan 3 dimata dunia,masa hanya ban pinggang tidak bisa dibeli,”tegas warga asal Poso.

Sementara itu Kepala Dinas kominfo Kab Morowali Utara,Herry Pinonto’an yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya,pada Senin (19/5/2025) terkait hal ini,membenarkan kalau Andrian Moris Kurniawan merupakan staf honorer dinas Kominfo di Pemda Morowali Utara.

Namun menurut Herry, dirinya belum mengetahui persis apakah sedang mengikuti seleksi PPPK atau tidak.

“Saya belum mendapatkan informasi terkait yang ditanyakan.Karena saya menjabat kepala Dinas kominfo kab Morowali Utara belum lama.Tetapi dengan informasi ini saya akan kros cek kebenarannya kepada panitia nanti..Kalau dia sebagai staf honorer didinas kominfo pemda Morut, memang benar,”jelas kadis Kominfo kepada media ini.

Sementara itu,ayah kandung Andrian Moris Kurniawan,Alfred Lande, mantan wartawan senior harian Surya yang kini menjabat sebagai ketua tim Media Center Delis Djirah (MCDD) saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya pada, Senin (19/5/2025),membenarkan jika anaknya sebagai tenaga  honorer di dinas Kominfo dan sedang mengikuti seleksi PPPK. Ia juga sudah  mendapatkan informasi dari salah satu keluarganya yang mana anaknya jadi bahan tertawaan para peserta yang sedang mengikuti ujian tes PPPK.

  MK Sidang Pendahuluan Uji Materi Soal Kedudukan Inspektorat Daerah yang Tidak Independen

Sebagai orang tua,Alfred yang mendapatkan informasi  kejadian yang dialami oleh anaknya tersebut merasa marah dan malu. Karena saat mengikuti ujian, hanya menggunakan tali plastik (tali rafia) sebagai pengganti ban pinggang untuk penahan celananya.Pada saat itu,sebagai orang tua spontanitas berusaha untuk mencarikan ban pinggang sebelum kegiatan tes dimulai dan berada di ruangan ujian.

Namun,Alfred selaku orang tua sangat merasa dipermalukan oleh anaknya.Tetapi dirinya mencoba menghubungi salah satu panitia untuk menanyakan kejadian yang dipertontonkan oleh anaknya Andrian.Tetapi dari pihak panitia menyampaikan kalau  kegiatan tes sudah selesai dan terkait informasi soal ban pinggang plastik yang digunakan anaknya, sudah aturan yang ditetapkan oleh panitia.

Panitia juga menjelaskan jika Adrian saat mengikuti tes juga mendapatkan nilai yang tinggi.

“Dengan informasi dari panitia bahwa anak saya mendapatkan nilai yang tertinggi membuat amarah serta rasa malu saya berkurang.Coba kalau nilai anak saya di bawah dari peserta lainnya, dirinya akan merasa lebih malu lagi,” ujarnya.

Penjelasan panitia kepada Alfred sebagai orang tua Adrian,ikut merasakan bahagia dan bangga,serta ikut membanggakan Pemda Morowali Utara dengan nilai yang dicapainya.

“Kejadian itu saya dengarkan dari pihak keluarga yang mana anakku, Andrian yang honorer di dinas Kominfo saat ini sedang mengikuti ujian tes PPPK jadi bahan tertawaan orang orang karena hanya menggunakan ban pinggang yang terbuat dari tali plastik untuk mengganjal celananya yang kebesaran dan longgar,”akunya.

Kejadian ini kata Alfred,bukan hanya dirinya saja yang dipermalukan, tetapi  Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali Utara (Morut) juga dipermalukan. Karena dia merupakan tenaga honorer di Dinas Kominfo. (erny/teraskabar)