Minggu, 25 Januari 2026
Home, News  

Operasi Pekat Tinombala 2025, Polda Sulteng Amankan 43 Pelaku Aksi Premanisme

Operasi Pekat Tinombala 2025, Polda Sulteng Amankan 43 Pelaku Aksi Premanisme
Personel Polda Sulteng yangditugaskan pada Operasi Pekat Tinombala 2025. Foto: HUmas Polda Sulteng

Palu, Teraskabar.id–  Semenjak Operasi Premanisme dimulai, Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) setidaknya telah mengamankan puluhan pelaku yang terlibat berbagai kasus aksi premanisme.

Operasi Pekat Tinombala yang digelar baik secara khusus atau melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) mulai tanggal 1 hingga 18 Mei 2028, tercatat 43 orang diamankan pihak Kepolisian.

Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartonomengatakan, selama 18 hari operasi pekat tinombala dan Kegiatan Rutin yang ditingkatkan telah diamankan pelaku aksi premanisme sebanyak 43 orang.

Para pelaku sebut Kombes Pol Djoko, terlibat berbagai kasus, di antaranya aksi premanisme berkedok parkir liar, curanmor, geng motor, curas, debtcolector dan menghisap lem fox dan narkoba dipinggir jalan.

“Beberapa kasus kita lakukan penegakkan hukum dan beberapa kasus lainnya, pelaku diberikan pembinaan agar tidak mengulangi lagi,” ungkap Kabidhumas.

Lanjut Kombes Pol Djoko Wienartono, berdasarkan hasil penindakan di lapangan telah diamankan satu unit sepeda motor hasil curian, 2 bilah clurit, 6 buah anak busur, 3 unit handphone, uang tunai hasil parkir liar Rp440.000, 5 buah lem fox, alat hisap sabu dan 1 paket sabu.

Menyikapi aksi premanisme yang semakin marak, Polda Sulteng memperpanjang Operasi Pekat Tinombala 2025. Perpanjangan operasi ini sebagai bentuk komitmen kepolisian untuk melakukan penindakan segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.

Polda Sulteng dalam operasi ini akan bersinergi dengan TNI baik dari Korem 132 Tadulako maupun POM TNI mulai tanggal 19 Mei hingga 1 Juni 2025.

Operasi ini akan memperioritaskan penindakan segala bentuk aksi premanisme yang terjadi dan dikhawatirkan mengganggu iklim invetasi di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Sebanyak 189 personel gabungan Polda Sulteng dan TNI dilibatkan dalam Operasi Pekat Tinombala 2024, sementara Polres jajaran akan melaksanakan kegiatan imbangan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD),” jelas Kombes Pol. Djoko Wienartono.

  Selain ke Kejati, LBH Juga Laporkan Kasman Lassa ke Polda Sulteng

Operasi Pekat Tinombala ini merupakan perpanjangan dari Operasi Pekat sebelumnya dari tanggal 1 hingga 7 Mei 2025, ujarnya

“Tidak ada ruang untuk aksi premanisme di negara hukum Indonesia termasuk di Sulawesi Tengah. Polri hadir untuk melindungi seluruh masyarakat,” tegas Kabid Humas

Ia menegaskan, premanisme merupakan tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat dan tidak bisa ditoleransi. Oleh karenanya, Kombes Pol. Djoko memastikan Polri akan melindungi masyarakat dari aksi premanisme.

Kepolisian dalam pelaksanaan Operasi Premanisme ini tidak hanya melakukan pendekatan penegakkan hukum tetapi juga melakukan kegiatan yang bersifat preventif seperti patroli, kegiatan preemtif dengan melakukan edukasi dan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat, tandasnya

“Negara harus selalu hadir untuk memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat dari potensi ancaman aksi premanisme. Oleh karenanya masyarakat untuk tidak ragu melapor melalui call center Polri110 tanpa pulsa, Kepolisian siap merespon setiap laporan selama !X24 jam, dipastikan identitas pelapor akan dirahasiakan,” ujar  Kombes Pol. Djoko Wienartono. (red/teraskabar)