Sabtu, 24 Januari 2026

Pernyataan Resmi Kapolsek Witaponda Terkait Aksi Warga di Kantor PT Alaska Dwipa Perdana

Pernyataan Resmi Kapolsek Witaponda Terkait Aksi Warga di Kantor PT Alaska Dwipa Perdana
Kapolsek Witaponda, IPTU I Made Deva Dwiguna berdialog dengan warga di Kantor PT ADP, Kamis (17/7/2025). Foto : Ghaff

Morowali, Teraskabar.id– Kapolsek Witaponda, IPTU I Made Deva Dwiguna, menyampaikan kronologi dan langkah-langkah yang telah diambil pihak kepolisian terkait aksi warga Koropusi, Desa Solonsa Jaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, yang mendatangi Kantor PT Alaska Dwipa Perdana (ADP) pada Kamis (17/7/2025), guna menuntut realisasi ganti rugi atas dampak aktivitas perusahaan tersebut.

“Kami menerima informasi pada pukul 12.19 WITA dari pihak perusahaan bahwa terdapat pergerakan masyarakat yang menuju Kantor PT ADP dengan tujuan menuntut ganti rugi yang hingga saat ini belum juga direalisasikan,” ujar IPTU I Made Deva kepada Teraskabar.id.

Merespons laporan tersebut, pihak Polsek segera mengerahkan piket dari Markas Komando (Mako) Polsek Witaponda Polres Morowali ke lokasi dalam waktu 10 menit. Kehadiran aparat di lokasi dimaksudkan untuk memfasilitasi komunikasi antara warga dan perusahaan, agar tercipta dialog yang konstruktif dan menghindari gesekan.

“Kami berupaya menengahi komunikasi dua arah antara masyarakat yang meminta percepatan ganti rugi akibat dampak aktivitas perusahaan dengan pihak PT ADP yang menyampaikan sejumlah kendala dalam proses realisasi tersebut,” tambahnya.

Terkait tindakan pengerusakan yang terjadi saat aksi berlangsung, pihak kepolisian hingga kini belum menerima laporan resmi dalam bentuk Laporan Polisi (LP) dari pihak perusahaan.

“Kami masih menunggu LP dari perusahaan. Perusahaan sendiri hingga saat ini masih mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk menjaga hubungan baik antara masyarakat dan perusahaan,” jelasnya.

Guna mengantisipasi potensi konflik yang lebih luas, Polsek Witaponda melaporkan situasi tersebut kepada Polres Morowali. Atas dasar laporan tersebut, Polres Morowali mengirimkan BKO personel tambahan sebanyak 20 orang guna memperkuat pengamanan.

“Situasi saat ini relatif kondusif, namun kami tetap siaga untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan lebih lanjut. Personel akan tetap standby di lokasi hingga situasi benar-benar aman,” ujarnya.

  Pembangunan Pelabuhan Saprolite Ore PT Vale IGP Morowali Digenjot, Target Rampung di 2025

Di akhir pernyataannya, IPTU I Made Deva menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dalam menyampaikan aspirasi.

“Kami berharap masyarakat tetap koperatif, dan kami mendoakan yang terbaik agar hubungan masyarakat dan perusahaan tetap harmonis. Semoga ini menjadi langkah menuju kemajuan bersama, khususnya bagi Desa Solonsa Jaya dan Kecamatan Witaponda secara umum,” tutupnya. (Ghaff/Teraskabar)