Senin, 12 Januari 2026

Laskar To Boengkoe Segera Dideklarasikan di Morowali, Satukan Pemuda Bungku Jaga Budaya dan Alam

Laskar To Boengkoe Segera Dideklarasikan di Morowali, Satukan Pemuda Bungku Jaga Budaya dan Alam
Tokoh muda Morowali, Asfar bersama Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf dengan latar logo Laskar To Boengkoe. Foto: Ghaff

Morowali, Teraskabar.id – Dalam waktu dekat, sebuah komunitas baru bernama Laskar To Boengkoe akan dideklarasikan sebagai wadah pemersatu generasi muda Bungku. Komunitas ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi sosial, budaya, dan lingkungan di tanah Bungku, Kabupaten Morowali, yang kian tergerus oleh perubahan zaman serta maraknya aktivitas pertambangan yang berdampak negatif terhadap lingkungan.

Makna nama “To Boengkoe” sendiri berasal dari ejaan lama kata “Bungku” sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan akar budaya masyarakat Bungku.

Pembentukan Laskar To Boengkoe berawal dari kebutuhan akan ruang bagi generasi muda untuk bersatu, melestarikan warisan adat, dan memperjuangkan hak-hak masyarakat lokal, terutama di tengah kondisi ketika banyak kewenangan berada di tangan pemerintah pusat. Komunitas ini hadir sebagai respons atas terbatasnya kesempatan bagi putra-putri daerah untuk berkembang di tengah derasnya arus investasi dan industrialisasi.

Visi
Menjadi rumah bersama yang mempersatukan pemuda-pemudi Bungku untuk menjaga budaya, melestarikan alam, dan membangun kemandirian masyarakat.

Misi

  1. Melestarikan adat dan budaya Bungku.
  2. Mendorong kesadaran lingkungan dan perlindungan alam
  3. Memberdayakan generasi muda melalui pendidikan, kreativitas, dan advokasi.
  4. Membangun jejaring dengan berbagai pihak demi kemajuan masyarakat Bungku.

Tujuan

  1. Menghidupkan kembali nilai-nilai luhur leluhur Bungku.
  2. Menjadi wadah aspirasi dan aksi sosial masyarakat.
  3. Menciptakan kegiatan positif yang berdampak nyata bagi generasi muda.

Salah satu tokoh muda Morowali, Asfar, menyampaikan apresiasinya atas langkah anak-anak muda Bungku dalam membentuk komunitas Laskar To Boengkoe. Menurutnya, organisasi ini menjadi salah satu wadah penting yang bisa mempersatukan generasi muda Bungku dalam menjaga adat istiadat dan kelestarian alam di Bumi Tepeasa Moroso.

“Perubahan zaman dan tantangan global saat ini begitu cepat. Kehadiran investasi di tanah Morowali harus mendapat kontrol yang maksimal agar tidak dimanfaatkan oleh kelompok tertentu. Kehadiran Laskar To Boengkoe bisa menjadi kekuatan moral untuk mengawal kepentingan masyarakat,” ujarnya saat wawancara bersama Teraskabar, Jumat (15/8).

  Dua Pasangan Mesum di Banggai Kepergok di Penginapan

Dengan semangat persatuan, pelestarian budaya, dan perlindungan alam, Laskar To Boengkoe diharapkan menjadi gerakan nyata yang membawa perubahan positif bagi masyarakat Bungku di masa depan. (Ghaff/Teraskabar).