Minggu, 25 Januari 2026

Ruas Jalan Uelincu- Panjoka dan Panjoka- Kuku, Kabupaten Poso Usai Rehab Rp2,7 M Ditumbuhi Rumput

Ruas Jalan Uelincu- Panjoka dan Panjoka- Kuku, Kabupaten Poso Usai Rehab Rp2,7 M Ditumbuhi Rumput
Proyek jalan Uelincu-Panjoka, Kakbupaten Poso. Foto Kolase

Pamona Utara, Teraskabar. Id – Rehabilitasi ruas jalan Sawidago- Kuku, Kabupaten Poso, segmen Uelincu- Panjoka dengan anggaran Rp2,2 Miliar lebih dan segmen Panjoka – Kuku  dengan nilai kontrak Rp486 juta lebih yang bersumber dari Dana Alokasi Umum(DAU ) tahun anggaran 2024  tampak ditumbuhi rumput di badan jalan.

Selain itu, ruas jalan yang menghabiskan total anggaran Rp2,7 miliar itu, di beberapa titik   sudah banyak yang rusak, padahal baru beberapa bulan selesai dikerjakan.

“Jalan kami ini sudah banyak yang rusak padahal belum lama dikerjakan. Kami kuatir jika kondisi jalan ini dibiarkan terus seperti ini, kami warga di wilayah ini bisa celaka,”  ujar salah seorang warga kepada media ini pekan lalu.

Kondisi proyek hasil rehab ini juga sudah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari Poso). Namun, hingga hari Senin (1/9/2025), rekanan terlihat masih sedang memperbaiki ruas jalan tersebut. Padahal, laporan warga  bukan untuk diperbaiki, tapi harus diproses hukum agar hal yang sama jangan dilakukan oleh rekanan lain.

Sebab, warga menduga rekanan mengerjakan proyek tersebut tidak sesuai dengan RAB-nya. Buktinya, baru beberapa hari dikerjakan telah muncul rumput di salah satu titik badan jalan. “Aneh, kami lapor ke APH malah rekanan diminta perbaiki. Padahal masa pemeliharaannya sudah lewat. Tampak  rumput tumbuh di badan jalan, berarti kualitasnya diduga tidak sesuai dengan besteknya,” jelas warga.

Rekanan CV. Kasih Ibu, Elia Laemba dikonfirmasi media ini, Senin (1/9/2025), mengaku jika pihaknya mengerjakan proyek tersebut sesuai bestek. Ia bahkan menyarankan media ini untuk menanyakan langsung kepada para pengemudi truk yang memuat kayu bantalan yang tidak sesuai dengan spesifikasi jalan.

“Tapi over all jalannya semua bagus, hanya memang beberapa titik mengalami kerusakan karena sementara dikerjakan, mobil muat bantalan dan rotan selalu memaksa untuk lewat, sedangkan aspal sandshet butuh waktu untuk didinginkan, tapi mereka paksakan harus lewat saat proses pengerjaan sedang berlangsung,” ujarnya.

  Gubernur Curhat ke Wapres, Ada Bupati Belum Lengkapi Persyaratan Administrasi Pencairan Rehab Rekon

“Kalau mau lebih jelas mungkin bisa tanyakan ke pak Kades Uelincu. Karena beliau salah satu yang keberatan mobil bermuatan kayu bantalan dan rotan lewat saat pekerja masih sementara kami mengerjakan pengaspalan,” kata Elia Laemba kepada media ini.

Ia mengakui jika untuk perusahaannya mendapat temuan BPK terkait masalah perbaikan yang sedang dilaksanakannya, saat  BPK melakukan pemeriksaan sebelumnya, ruas jalan belum rusak.

“Di proyek ini kami tetap mendapatkan sanksi berupa temuan yang harus dibayarkan atau dikembalikan ke kas daerah dan kami sudah menyelesaikannya temuan tersebut,” urainya namun enggan menyebutkan nominal temuan auditor negara itu.

Ia menegaskan, perbaikan ruas jalan ini setelah lewat masa pemeliharannya  adalah salah satu bentuk kepedulian selaku rekanan proyek ruas jalan ini. Tapi karena hubungan rekanan dengan masyarakat sangat dekat, makanya CV Kasih Ibu melakukan perbaikan dan itu belum selesai karena sudah hujan.

“Rencananya kalau sudah tidak hujan akan kami perbaiki kembali. Kalau dikatakan jalan itu tidak sesuai bestek, bisa dicek sendiri pak jalan yang dibuat hanya beberapa titik yang memang rusak tapi tidak ada kerusakan parah seperti laporan beberapa warga itu,” tandasnya.

Sedangkan menurut Kades Panjoka mengatakan kalau untuk ruas jalan Kuku – Panjoka, memang tergolong jarang  dilalui kendaraan umum, lebih banyak dilalui oleh warga yang hendak ke kebun mereka.

“Kalau untuk kendaraan muatan hasil  rotan dengan kayu, kayanya sudah jarang karena masyarakat sudah sibuk urus kebunnya pak, ” tutur Kades.

Akan tetapi untuk ruas jalan Uelincu – Panjoka, mungkin dikarenakan kualitasnya juga. Beberapa saat yang lalu lanjutnya, ia memperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada material antara Panjoka – Uelincu. Material itu kata Kades,  kemungkinan untuk perbaikan pemeliharaan.

Sedangkan pihak Kabid Bina Marga Dinas PUPR Poso yang dihubungi terkait hal itu, hingga berita ini masuk dapur redaksi belum merespon pertanyaan media ini. (deddy/teraskabar)