Sabtu, 24 Januari 2026
Home, Umum  

Modus Undangan Digital Semakin Marak, Masyarakat Diminta Waspada Peretasan

Modus Undangan Digital Semakin Marak, Masyarakat Diminta Waspada Peretasan

Touna, Teraskabar.id -Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan potensi penipuan yang semakin marak dengan modus operandi pengiriman undangan digital atau pesan mencurigakan lainnya melalui aplikasi WhatsApp dari nomor tidak dikenal.

Modus penipuan ini diduga telah merugikan sejumlah masyarakat dan membuka potensi celah peretasan nomor telepon.

Pelaku biasanya mengirimkan pesan berupa undangan pernikahan palsu, pemberitahuan hadiah, atau informasi palsu lainnya yang bertujuan untuk mengelabui penerima agar memberika data pribadi atau mengklik tautan berbahaya.

Mengklik tautan ini dapat berujung pada pretasan nomor dan pencurian data pribadi yang lebih serius.

Menangapi hal ini, seluruh mitra kerja, relasi, dan masyarakat luas diimbau untuk tidak melayani atau merespon nomor telepon atau pesan WhatsApp dari pihak yang tidak dikenal identitasnya.

Pengecualian diberikan jika identitas pengirim pesan tersebut jelas diketahui sebagai kerabat, mitra kerja, atau warga masyarakat di lingkungan tempat kerja atau tempat tinggal.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hagi dan waspada terhadap segala bentuk komunikasi dari nomor yang tidak dikenal. Jangan mudah percaya dengan imin-iming hadiah atau informasi yang mencurigakan,” kata Dewan Adat Tojo Una-Una, Selasa (16/9/2025).

Selain itu, waspada risiko peretasan yang bisa terjadi jika sembarangan mengklik tautan dari sumber yang tidak jelas.

Insiden ini pernah juga dialami penulis gegara mengklik pesan yang mengatasnamakan dari Direktorat Pajak. Modus ini biasanya ramai ketika masa pelaporan pajak pribadi atau perusahaan. Wajib pajak yang tidak berhati-hati, bisa menjadi korban oknum yang mengatasnamakan petugas pajak.

Masyarakat juga diminta untuk tidak ragu melaporkan kepada pihak berwajib jika menerima pesan atau panggilan mencurigakan.

Dengan meningkatkan kewaspadaan, saling mengingatkan, dan berhati-hati terhadap tautan yang mencurigakan, diharapkan dapat meminimalisir jatuhnya korban penipuan dan peretasan. (red/teraskabar)