Senin, 26 Januari 2026
Ekbis, Home  

Operasional PT Vale di Bahodopi Block 1, Harapan Baru bagi Sulteng

Operasional PT Vale di Bahodopi Block 1, Harapan Baru bagi Sulteng
Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyampaikan sambutan pada seremony first cutting Bahodopi Blok 1, Senin (8/9/2025), di Desa Uelere, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Foto: Dok

Palu, Teraskabar.id– Tahapan operasional Bahadopi block 1 Indonesia Growth Project (IGP) Morowali telah dimulai  pada Senin (8/9/2025), ditandai dengan seremoni First Cutyang berlangsung di Pit Myara.

First Cut Bahodopi Block 1 yang terletak di Desa Uelere, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), menjadi salah satu proyek yang strategis yang akan berdampak besar bagi perekonomian Indonesia khususnya bagi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Morowali. Proyek ini tidak hanya meningkatkan pendapatan negara dan daerah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Gubernur Sulteng H. Anwar Hafid yang hadir langsung pada seremoni First Cutting bersama Komisaris Utama PT Vale Indonesia, F.S. Multhazar, serta Direktur dan Chief of Project PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, dan para stakeholder kunci Sulawesi Tengah, Morowali, Luwu Timur, mengakui operasional Block 1 Bahadopi membawa harapan baru bagi Sulteng.

“Ini harapan baru bagi kita, Sulawesi Tengah dan Morowali melalui bagi hasil dari nikel matte,” kata Anwar Hafid saat memberikan sambutan.

Gubernur  Sulteng Anwar Hafid menilai langkah hilirisasi melalui pengangkutan bijih nikel dari Morowali yang akan diolah di Sorowako, Luwu Timur, menjadi strategi yang akan sangat menguntungkan bagi daerah, baik provinsi maupun kabupaten. Bukan hanya bijih nikel dari Bahodopi Block 1, tapi juga dari Bahodopi Block 2 dan 3.

Pada saat operasional, sekitar 55 juta metrik ton bijih nikel dari Bahodopi Block 1  akan ditambang yang akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pendapatan daerah. Sehingga, Gubernur Anwar Hafid meminta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas operasional PT Vale Indonesia di Kabupaten Morowali.

“Pak Kapolres, Pak Dandim, kita jaga baik-baik betul ini karena PT Vale adalah harapan masa depan kita, pasti akan bertambah pendapatan kita baik bagi hasil Morowali maupun Sulawesi Tengah,” ujar Anwar Hafid.

  Membuka Turnamen Sepak Bola Wanita 2025, Wabup Morowali: Ini Ruang Pemberdayaan Perempuan

Anwar Hafid menilai, hilirisasi melalui pengangkutan biji nikel hasil produksi Bahodopi Block 1 dianggap lebih menguntungkan bagi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Morowali dibanding dengan pembukaan smelter di Bahodopi blok 1.

“Kemarin dengan Pak Budi saya bilang, Pak Budi tidak usah bangun pabrik di Morowali, lebih baik bawa semua ore ke Sorowako lebih banyak kita dapat Pak Bupati daripada bangun pabrik di Morowali,” ungkap Anwar Hafid.

Proses Produksi Lebih Optimal Dibawa ke Sorowako

PT Vale memiliki wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) di Sulawesi Tengah yang dikenal dengan Block Bahodopi, seluas 22.699 hektare. Terdiri dari Bahodopi Block 1, Block 2 dan Block 3.

Bahodopi Blok 1 terletak di wilayah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah,  yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.  “Wilayah Bahodopi Blok 1 dilintasi dengan batas provinsi,” kata  Ibnu Rusjid, Mine Engineer PT. Vale Indonesia.

Memproses biji nikel hasil produksi Bahodopi Block 1 ke Sorowako, secara hitung-hitungan masih lebih optimal dibanding membangun smelter. Jarak yang relatif cukup dekat dengan Sorowako menjadi salah satu pertimbangan. Terlebih lagi hingga saat ini belum ada akses transportasi yang bisa menghubungkan langsung ke wilayah Bahodopi.

“Blok 1 akan mensupport operasional Blok Sorowako, sedangkan Blok 2 dan 3 akan operasional sendiri,” kata Ibnu.

Pertimbangan lainnya adalah karakteristik mineral orenya mirip dengan kandungan mineral di Blok Petea, rendah kandungan besi dan silikon magnesium.

Ibnu menjelaskan, ada perbedaan kandungan material bijih nikel antara Blok Sorowako dan Blok Petea. Bijih nikel produksi Blok Sorowako memiliki kadar nikel grade tinggi  tapi juga memiliki kadar Fe atau Iron magnesia iron yang cukup tinggi. Sementara untuk procesing plant di Sorowako, kadar Fe harus berada dalam range 20% hingga 22%, SO2/MGO  2 hingga 2,2. Sehingga, bijih nikel dari Blok Petea diblending atau dicampur sebagai obat pada bijih nikel produksi Blok Sorowako.  

  Operator Dump Truk ZTE Tewas Diduga Tersengat Aliran Listrik di Kawasan IMIP Morowali

“Bijih nikel produksi Blok Petea ini greatnya tidak terlalu tinggi, tapi kandungan Fe dan Silika Magnesianya itu cukup rendah, sehingga harus ada proses blending  antara Sorowako dan Petea untuk mendapatkan ore yang on spek sesuai dengan kebutuhan pabrik,” ujar Ibnu.

“Ore dari Blok Petea meskipun kadarnya tidak terlalu tinggi tapi itu dijadikan sebagai obat pada proses blending. Kami menyebutnya sebagai obat untuk ore dari Sorowako,” tambahnya.

Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Proyek Bahodopi Blok 1 dipastikan akan memberi dampak besar pada penyerapan tenaga kerja di tengah tingginya angka pengangguran.

Sementara, Direktur Corporate and Strategic Communications Asia Operations (CSCAO) PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menegaskan, meskipun masih di awal pengembangan, Proyek Bahodopi Block 1 telah membawa manfaat nyata bagi daerah. Hingga saat ini, tercatat sudah menyerap ratusan tenaga kerja lokal yang menempati posisi strategis. Dari total 503 orang yang terlibat pada pengambangan Bahodopi Block 1, sebanyak 63 persen di antaranya merupakan masyarakat lokal dari Morowali dan Luwu Timur yang masing-masing memiliki tupoksi penting terhadap kelancaran proyek.

Keberadaan tenaga kerja pada proyek strategis ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal masyarakat setempat. UMKM seperti usaha kuliner dan tokoh kelontong akan tumbuh seiring pertambahan jumlah pekerja, termasuk dengan usaha kos-kosan.

Hingga saat ini, sejumlah fasilitas pendukung penambangan di Bahodopi Block 1 sedang dalam tahap konstruksi, mulai dari area disposal, settling pond, stockpile, camp, workshop, Mining Hauling Road (MHR), serta Power Line, yang harapannya menjadi penunjang kelancaran operasional di masa mendatang.

Selain itu, sejumlah program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat juga sudah dilakukan PT Vale bersama PT Antareja Mahada Makmur (AMM) yang menjadi mitra strategis dalam pengembangan Bahodopi Block 1. Di antaranya, berkolaborasi dengan BUMDes Morowali untuk suplai tenaga kerja, rental kendaraan, bantuan hewan kurban, hingga sponsorship lomba.

  Prosesi Mesa'u Inia: Camat Witaponda Serahkan Hasil Bumi kepada Bupati Morowali

Selanjutnya, di Morowali, terdapat program Kerjasama dengan pengusaha lokal untuk suplai tenaga kerja, penyediaan rental kendaraan, sponsorship pada acara desa, kecamatan, hingga ulang tahun desa. Ke depan, PT AMM akan membuka program beasiswa yang diharapkan mencetak tenaga kerja kompeten di bidang operator dan mekanik dari lulusan SMK.

Komitmen Terapkan Pertambangan yang Baik

Proyek Bahodopi Blok 1 merupakan bagian dari strategi perusahaan mendukung hilirisasi nikel nasional.

“Proyek ini akan menjadi tulang punggung yang memberi nilai tambah. Apa yang telah kami lakukan di Sorowako, akan kami terapkan pula di Morowali dengan kaidah pertambangan yang baik,” kata  Direktur CSCAO PT Vale Indonesia, Budiawansyah.

Ia menambahkan, semangat pertambangan berkelanjutan menjadi komitmen PT Vale. “Kami akan terus hadir, mendengar, dan melibatkan masyarakat dalam setiap langkah,” ujarnya.

Dengan kehadiran proyek Bahodopi Blok 1, pemerintah daerah berharap investasi yang masuk tidak hanya berorientasi pada industri, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang inklusif bagi masyarakat sekitar. (red/teraskabar)