Sabtu, 17 Januari 2026

Prosesi Mesa’u Inia: Camat Witaponda Serahkan Hasil Bumi kepada Bupati Morowali

prosesi mesau iniya camat witaponda serahkan hasil bumi kepada bupati morowali
Camat Witaponda, Nasron, S.Sos., memikul gabah dalam prosesi Mesa'u Iniya yang digelar Rabu (3/12/2025). Foto: Ist/Ghaff

Morowali, Teraskabar.id – Pemerintah Kabupaten Morowali menggelar prosesi Mesa’u Inia sebagai rangkaian penyambutan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Morowali di Rumah Jabatan Bupati Morowali, Desa Matansala, Kecamatan Bungku Tengah, Rabu (3/12/25).

Pada momentum ini, pemerintah daerah menegaskan kembali pentingnya menjaga warisan tradisi leluhur sekaligus memperkuat spiritualitas masyarakat. Mesa’u Inia pun menjadi rangkaian seremonial yang mengikat kekayaan budaya masyarakat Morowali.

Tradisi Mesa’u Inia kembali dihidupkan sebagai bagian penting dari budaya masyarakat Morowali. Tradisi ini merupakan warisan leluhur para petani dan nelayan yang menyerahkan sebagian hasil bumi sebagai zakat atau sa’u. Pelaksanaannya dilakukan dengan cara para camat dari tiap kecamatan menyerahkan hasil bumi masyarakat kepada Bupati Morowali sebagai wakil pemerintah daerah.

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, didampingi pemangku adat Tobungku, memimpin prosesi adat tersebut. Ia menegaskan bahwa prosesi Mesa’u Inia bukan sekadar ritual adat, melainkan kewajiban yang relevan dengan kehidupan masyarakat modern.

Menurutnya, pelaksanaan tradisi ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya bersyukur kepada Tuhan, menjaga harmoni dengan alam, serta menunaikan kewajiban sosial melalui zakat. Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan nilai budaya yang mempersatukan masyarakat lintas generasi.

Setiap camat hadir membawa hasil bumi terbaik dari wilayah masing-masing. Mulai dari padi, buah-buahan, hingga umbi-umbian diserahkan sebagai simbol rezeki yang dianugerahkan kepada masyarakat Morowali. Penyerahan hasil bumi ini menggambarkan ikatan sosial yang kuat, sekaligus menunjukkan kesuburan lahan Morowali yang menjadi tumpuan hidup masyarakat. Puncak prosesi terlihat ketika masing-masing camat menyerahkan sa’u kepada Bupati sebagai amanah masyarakat untuk disalurkan sesuai ketentuan adat.

Camat Witaponda, Nasron, S.Sos., hadir mewakili masyarakat kecamatan Witaponda. Ia memimpin rombongan Witaponda membawa komoditas pertanian, gabah, ubi kayu, pisang, sayur-mayur, dan aneka buah lokal yang telah ditunaikan zakatnya.

  PT Vale IGP Morowali Tanam 2000 Pohon Mangrove dan Bersihkan Pesisir Laut

Komoditas tersebut memperlihatkan kesuburan wilayah Witaponda dan tingginya komitmen masyarakat dalam menjalankan syariat. Nasron menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Morowali.

“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bupati Morowali dan Wakil Bupati Morowali yang menjaga keberlanjutan prosesi Mesa’u Inia. Melalui dukungan keduanya, tradisi ini tidak hanya bertahan, tapi semoga berkembang sebagai bagian dari identitas moral dan budaya masyarakat.” ujarnya.

Selain Camat Witaponda, keikutsertaan sembilan camat lainnya memperkuat makna kolektif prosesi Mesa’u Inia. Penyerahan simbolik kepada Bupati Morowali menggambarkan partisipasi aktif masyarakat. Sementara, Keterlibatan pemerintah daerah dalam prosesi ini menunjukkan bahwa tradisi dapat berjalan beriringan dengan fungsi administratif dan pembangunan sosial.

Tradisi Mesa’u Inia tidak hanya mengandung nilai budaya, tetapi juga membangun kohesi sosial dan identitas masyarakat Morowali. Selain menjadi mekanisme redistribusi kesejahteraan, prosesi ini menegaskan bahwa hasil bumi merupakan amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab.

Lebih dari itu, prosesi Mesa’u Inia juga menjadi simbol kesetiaan kepada pemerintah daerah serta wujud dukungan penuh kepada Bupati dan Wakil Bupati Morowali dalam memimpin wilayah dengan nilai-nilai moral, tradisi, dan pemberdayaan yang berkelanjutan. (Ghaff/Teraskabar).