Minggu, 3 Mei 2026

Langkah Politik Syarifudin Hafid di Persimpangan Demokrat, DPC Morowali atau DPD Sulawesi Tengah?

langkah politik syarifudin hafid di persimpangan demokrat dpc morowali atau dpd sulawesi tengah
Ketua DPC Partai Demokrat Morowali, Syarifudin Hafid. Foto: Ghaff.

SYARIFUDIN HAFID bukan sekadar nama dalam struktur Partai Demokrat Sulawesi Tengah. Ia adalah representasi kekuatan politik yang mengakar di Morowali, dan kini menjulang di panggung provinsi sebagai Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah. Ia membangun pengaruhnya melalui konsolidasi yang disiplin, jaringan kader yang solid, serta kemampuan membaca momentum politik. Dalam konteks inilah, langkah politik Syarifudin Hafid menjadi titik krusial, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi konfigurasi internal Partai Demokrat di Sulawesi Tengah.

Langkah Politik Syarifudin Hafid: Momentum Musda dan Sinyal Perpindahan

Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tengah pada Mei 2026 tidak sekadar forum organisasi. Ini adalah arena penentuan arah, ruang konsolidasi kekuatan, dan momentum reposisi elite. Dalam dinamika tersebut, Syarifudin Hafid dikabarkan akan masuk ke jajaran strategis DPD dan berpotensi meninggalkan kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Morowali.

Di saat yang sama, ada satu variabel yang tidak bisa diabaikan, yaitu posisi Anwar Hafid sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah sekaligus Gubernur Sulawesi Tengah. Fakta ini menciptakan konfigurasi kekuasaan yang unik, karena relasi keluarga bertemu dengan struktur formal partai dan pemerintahan. Oleh karena itu, setiap langkah yang diambil tidak berdiri sendiri, melainkan berada dalam orbit pengaruh yang lebih luas.

Keuntungan Bertahan di DPC Demokrat Morowali

Jika Syarifudin Hafid tetap bertahan di DPC Demokrat Morowali, maka ia mempertahankan kendali penuh atas basis yang sudah terbangun kuat. Ia menjadi pusat komando yang mengatur arah politik lokal, menjaga loyalitas kader, serta memastikan mesin partai tetap solid. Dalam posisi ini, ia tidak hanya memimpin, tetapi juga mengendalikan secara langsung. Dengan demikian, stabilitas terjaga dan kekuatan tetap terkonsentrasi di tangannya.

  Anwar Hafid Siap Diundang Kalangan Kampus Untuk Adu Gagasan

Langkah Politik Syarifudin Hafid: Peluang Ekspansi ke DPD Demokrat Sulteng

Namun, dinamika berubah ketika opsi masuk ke DPD menguat. Dengan adanya Anwar Hafid di pucuk pimpinan DPD sekaligus sebagai gubernur, terbuka peluang akselerasi politik yang tidak dimiliki oleh banyak kader lain. Kedekatan struktural dan hubungan personal berpotensi menciptakan sinergi kekuasaan yang lebih efektif di tingkat provinsi. Dalam konteks ini, langkah politik Syarifudin Hafid tidak lagi sekadar ekspansi, tetapi bisa menjadi bagian dari konsolidasi kekuatan yang lebih besar dalam satu garis koordinasi.

Risiko di DPC Demokrat Morowali

Meski demikian, peluang tersebut tidak otomatis tanpa risiko. Justru karena adanya faktor kedekatan itu, ekspektasi terhadap stabilitas di tingkat bawah menjadi lebih tinggi. Jika Syarifudin Hafid meninggalkan DPC Demokrat Morowali tanpa memastikan kontrol tetap terjaga, maka potensi gangguan di Morowali akan langsung berdampak pada persepsi kekuatan politik yang lebih luas. Dengan kata lain, keberhasilan di atas tetap bergantung pada ketahanan di bawah.

Ujian Suksesi dan Kontrol

Di titik ini, isu suksesi kembali menjadi pusat analisis. Ia tidak hanya harus memilih pengganti, tetapi juga harus memastikan bahwa figur tersebut mampu bekerja dalam satu garis komando yang konsisten. Selain itu, pengganti harus memiliki kapasitas menjaga loyalitas kader sekaligus mampu mengelola dinamika internal yang mungkin muncul. Tanpa itu, ruang kosong di DPC Demokrat Morowali akan menjadi titik rawan yang bisa dimanfaatkan oleh kekuatan lain.

Skenario Kekuatan Ganda

Lebih jauh, jika transisi berjalan terkendali, maka kombinasi posisi di DPD Demokrat Sulteng dan pengaruh di DPC Demokrat Morowali akan menciptakan kekuatan ganda. Ia dapat memainkan peran strategis di tingkat provinsi, sekaligus tetap memegang kendali atas basis di Morowali. Dalam skenario ini, kekuasaan tidak hilang, tetapi justru berlapis. Ini adalah posisi yang sangat kuat dalam politik, karena menggabungkan kontrol struktural dan pengaruh elektoral secara bersamaan.

  Koalisi Pengusung BERAMAL Rumuskan Strategi Menangkan AA-AKA

Langkah Politik Syarifudin Hafid: Risiko Gagal Transisi

Sebaliknya, jika transisi gagal, maka risiko yang muncul juga berlapis. Ia bisa kehilangan kendali atas partai di Morowali, sementara posisinya di DPD Demokrat Sulteng belum tentu langsung dominan. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran faktor Anwar Hafid tidak serta-merta menjadi penyangga yang cukup. Sebab, dalam politik, legitimasi tetap bertumpu pada kemampuan mengendalikan basis, bukan semata kedekatan struktural.

Dalam kerangka ini, langkah politik Syarifudin Hafid harus dirancang dengan presisi tinggi. Ia harus memastikan bahwa ekspansi ke DPD Demokrat Sulteng berjalan seiring dengan penguatan kontrol di DPC Demokrat Morowali. Ia tidak boleh hanya mengandalkan peluang di tingkat atas, tetapi juga harus mengunci stabilitas di tingkat bawah. Dengan demikian, ia dapat memaksimalkan keuntungan dari dua level kekuasaan sekaligus.

Momentum Musda menjadi titik penentu yang tidak bisa diulang. Ini adalah saat di mana konsolidasi bisa diperluas atau justru melemah. Oleh karena itu, keputusan yang diambil pada fase ini akan menentukan apakah ia mampu naik kelas dengan basis yang tetap utuh, atau justru kehilangan pijakan di tengah proses ekspansi.

Pada akhirnya, politik tidak hanya soal siapa yang berada di posisi tertinggi, tetapi siapa yang mampu mengendalikan keseluruhan struktur secara efektif. Dalam situasi ini, langkah politik Syarifudin Hafid akan menjadi penentu apakah ia mampu mengintegrasikan kekuatan struktur partai, dan basis elektoral menjadi satu kekuatan yang solid, atau justru terjebak dalam risiko kehilangan kontrol akibat ekspansi yang tidak sepenuhnya terkalkulasi.

Dengan adanya pengaruh Anwar Hafid di pucuk kekuasaan, apakah Syarifudin Hafid akan mampu mengunci Morowali sambil memperluas dominasi di tingkat provinsi, atau justru ia menghadapi ujian besar dalam menjaga keseimbangan antara kedekatan kekuasaan dan kekuatan riil di lapangan?. *

  Rakerprov KONI Sulteng 2024, Momentum Mencari Solusi Peningkatan Prestasi Olahraga

*Opini ini ditulis oleh ABD. GHAFUR HALIM (Jurnalis)