Morowali, Teraskabar.id – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, memimpin apel pagi akhir tahun bersama seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Morowali, Senin (29/12/2025). Dalam momentum tersebut, penegasan Bupati Morowali menjadi refleksi terkait arah pemerintahan yang sedang berjalan.
Iksan membuka arahannya dengan penekanan pada tanggung jawab kolektif. Ia menilai pemerintahan tidak boleh berjalan tanpa koreksi. Ia meminta seluruh pegawai mengukur kontribusi masing-masing secara objektif. Ia mendorong budaya kerja yang jujur dan profesional.
Penegasan Bupati Morowali, Evaluasi Sepuluh Bulan Pemerintahan
Dalam kesempatan itu, penegasan Bupati Morowali menjadi pesan utama yang mengikat seluruh isi arahan. Iksan menyatakan bahwa sepuluh bulan bukan waktu singkat untuk belajar. Ia meminta ASN melihat capaian dan kekurangan secara berimbang.
“Sepuluh bulan pemerintahan ini harus menjadi bahan evaluasi bagi kita semua, khususnya para pegawai, tentang apa yang sudah kita kerjakan dan apa yang sudah kita kontribusikan untuk Morowali,” ujar Iksan.
Ia menegaskan evaluasi harus menghasilkan perubahan nyata. Ia mengarahkan seluruh perangkat daerah memperbaiki pola kerja. Ia menuntut peningkatan disiplin dan efektivitas pelayanan publik. Ia menginginkan birokrasi bergerak cepat dan responsif.
Arah Pembangunan Empat Tahun Ke Depan
Iksan kemudian mengajak ASN memandang pemerintahan secara jangka panjang. Ia menekankan bahwa tantangan tidak berhenti pada satu tahun anggaran. Ia mengingatkan bahwa arah empat tahun ke depan menentukan wajah Morowali.
Dalam konteks itu, penegasan Bupati Morowali menjadi seruan strategis. Iksan meminta seluruh jajaran menyatukan visi. Ia mendorong perencanaan yang konsisten dan berkelanjutan.
“Perjalanan kita masih panjang. Empat tahun ke depan Morowali akan seperti apa, itu ada di benak kita semua,” tegasnya.
Ia menyebut tahun 2026 sebagai fase krusial. Ia meminta ASN mempersiapkan diri dengan matang. Ia menilai fokus pemerintahan harus bergeser dari target jangka pendek menuju kesiapan menyeluruh.
“Tahun 2026 bukan lagi soal target jangka pendek, tetapi bagaimana kita mempersiapkan diri sekuat mungkin untuk arah pembangunan Morowali ke depan,” katanya.
Evaluasi Internal dan Kesiapan Pemerintahan
Iksan juga menjelaskan langkah evaluasi internal yang telah ia lakukan. Ia menyebut proses tersebut berjalan secara sistematis. Ia mempelajari persoalan, menyusun rencana, dan menyesuaikan sumber daya.
“Seluruh persoalan, rencana, siapa pelaksananya, dan apa yang harus dilakukan sudah saya pelajari secara menyeluruh, termasuk RPJMD dan anggaran,” jelasnya.
Ia mengibaratkan proses itu seperti sistem teknologi yang memuat data lengkap. Ia memastikan setiap kebijakan memiliki dasar perencanaan. Ia menegaskan keputusan ke depan akan berbasis data dan kebutuhan riil.
Melalui pendekatan tersebut, Penegasan Bupati Morowali tidak berhenti pada retorika. Iksan menempatkan evaluasi sebagai alat penguatan pemerintahan. Ia mengarahkan birokrasi agar bekerja terukur dan akuntabel.
Penegasan Bupati Morowali: Menyatukan Visi dan Meningkatkan Kinerja ASN
Di akhir arahan, Iksan mengajak seluruh ASN memperkuat sinergi. Ia meminta jajaran pemerintahan meningkatkan kinerja secara kolektif. Ia menekankan pentingnya kerja terarah demi kepentingan masyarakat.
“Saya berharap seluruh jajaran pemerintahan menyatukan visi, meningkatkan kinerja, dan bekerja lebih terarah demi Morowali yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan pesan tersebut, penegasan Bupati Morowali menutup apel akhir tahun sebagai komitmen bersama. Pemerintah daerah diarahkan melangkah lebih fokus, lebih disiplin, dan lebih siap menghadapi empat tahun ke depan. (Ghaff/Teraskabar).







