Morowali, Teraskabar.id– Momentum Peringatan Isra Miraj kembali hadir sebagai pengingat spiritual bagi umat Islam, khususnya di Kabupaten Morowali. Momentum Peringatan Isra Miraj tidak hanya mengajak umat mengenang perjalanan agung Rasulullah Muhammad SAW, tetapi juga mendorong refleksi mendalam di tengah laju industrialisasi yang semakin masif. Oleh karena itu, nilai keteladanan Rasulullah menjadi kompas moral dalam menghadapi perubahan zaman.
Ketua Departemen Advokasi, Hukum, HAM, dan Perundang-Undangan Forum Masyarakat Kawasan Investasi (FMKI) Kabupaten Morowali, Ramadhan Ponga, menyampaikan pandangannya terkait makna Isra Miraj.
Ia menegaskan bahwa momentum Peringatan Isra Miraj harus dibaca sebagai ruang evaluasi kolektif atas arah pembangunan yang sedang berlangsung. Dengan demikian, kemajuan tidak boleh menggerus nilai kemanusiaan.
Menurut Ramadhan Ponga, industrialisasi membawa peluang sekaligus tantangan. Namun demikian, masyarakat tetap harus menempatkan nilai spiritual sebagai pondasi utama. Oleh sebab itu, ia mendorong semua pihak untuk menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai rujukan etika sosial dan kebijakan publik.
Momentum Peringatan Isra Miraj sebagai Cermin Perubahan Sosial
Isra Miraj menghadirkan pesan kuat tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan keadilan. Oleh karena itu, Ramadhan Ponga menilai peristiwa ini relevan dengan kondisi Morowali saat ini. Selain itu, ia menekankan bahwa perubahan besar harus berjalan seiring dengan penguatan moral masyarakat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW selalu mengajarkan keseimbangan antara kemajuan dan keadilan. Dengan kata lain, pembangunan tidak boleh meninggalkan kelompok lemah. Bahkan, setiap kebijakan harus melindungi martabat manusia.
Selain itu, Ramadhan Ponga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif mengambil peran. Dengan begitu, industrialisasi dapat berjalan selaras dengan nilai keislaman. Oleh karena itu, momentum ini harus menjadi pengingat bersama agar kemajuan tidak kehilangan arah.
Industrialisasi dan Tanggung Jawab Moral
Morowali mengalami percepatan industrialisasi yang signifikan. Namun demikian, Ramadhan Ponga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan keadilan sosial. Oleh sebab itu, ia menilai nilai-nilai Rasulullah sangat relevan untuk menjawab tantangan tersebut.
Ia menekankan pentingnya kejujuran dalam tata kelola industri. Selain itu, ia juga menyoroti perlunya perlindungan hak asasi manusia. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata.
Lebih jauh, ia menyatakan bahwa Peringatan Isra Miraj harus mendorong lahirnya kesadaran kolektif. Kesadaran tersebut, menurutnya, akan memperkuat hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan. Oleh karena itu, pembangunan berkelanjutan harus menjadi tujuan bersama.
Momentum Peringatan Isra Miraj: Menjaga Nilai Rasulullah di Tengah Kemajuan
Ramadhan Ponga menegaskan bahwa Rasulullah SAW selalu menempatkan akhlak sebagai inti perjuangan. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat Morowali untuk menjaga nilai tersebut. Selain itu, ia mendorong generasi muda agar tidak terjebak pada orientasi material semata.
Ia juga menilai bahwa momentum ini mampu menjadi energi moral. Dengan energi tersebut, masyarakat dapat menghadapi perubahan dengan bijak. Bahkan, ia optimistis Morowali mampu menjadi contoh daerah maju yang beradab.
“Semoga momentum Peringatan Isra Miraj tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Sebaliknya, peringatan ini harus melahirkan tindakan nyata. Dengan demikian, kita semua yang berada ditengah industrialisasi di Morowali dapat berjalan sejalan dengan keteladanan Rasulullah Muhammad SAW,” tutup Ramadhan, Jumat (16/1/2026). (Ghaff/Teraskabar).







