Sabtu, 24 Januari 2026
Home, News  

Sulteng Investasi SDM Jangka Panjang Berbasis Kepemimpinan Religius

Sulteng Investasi SDM Jangka Panjang Berbasis Kepemimpinan Religius
Gubernur Sulteng Anwar Hafid didampingi Wagub Reny A Lamadjido menyalami para pejabat usai pelantikan pejabat. Foto: Dok. Biro Adpim

Palu, Teraskabar.id – Sulawesi Tengah (Sulteng) investasi sumber daya manusia (SDM) jangka panjang pembangunan daerah melalui Program BERANI Cerdas. Program gagasan Gubernur Anwar Hafid ini mampu menghadirkan warna baru dalam lanskap kepemimpinan di Indonesia. Anwar Hafid tampil dengan pendekatan kepemimpinan yang berbeda, lebih dekat dengan rakyat, terbuka, dan pro terhadap peningkatan pendidikan.

Kepemimpinan Anwar Hafid juga tercermin dalam implementasi program BERANI Cerdas, yang menjadi salah satu ikon kebijakan strategis Pemerintah Provinsi untuk menghadirkan pendidikan yang merata bagi generasi penerusnya.

Program beasiswa ini dirancang untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi generasi muda Sulteng, tanpa memandang latar belakang ekonomi, sebagai investasi jangka panjang pembangunan daerah.

“Berani cerdas nampaknya akan menuai keberhasilan dalam cara pandang masyarakat,” kata Pengamat Politik Universitas Tadulako (UNTAD) Nur Alamsyah atau akrab disapa Nuralam, Jumat (23/01/2026).

Sulteng Investasi SDM Kolaborasi Perguruan Tinggi

Data terakhir, BERANI Cerdas menunjukkan angka penerima yang fantastis, 23.568 penerima. Pemprov Sulawesi Tengah berhasil membangun kolaborasi pendidikan dengan berbagai perguruan tinggi di tingkat regional hingga nasional, termasuk kampus terkemuka di daerah dan kerja sama strategis dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dengan begitu, program BERANI Cerdas tidak sekadar memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menghadirkan harapan dan kepercayaan diri bagi generasi muda Sulawesi Tengah untuk bersaing di tingkat nasional.

Selain fokus terhadap perbaikan akses pendidikan, kepemimpinan Anwar Hafid juga penuh dengan sarat nilai religiusitas yang membumi. Anwar Hafid tidak hanya menempatkan jabatan sebagai simbol kekuasaan, tetapi sebagai amanah yang harus dijalankan dengan kesungguhan moral.

“Pak Anwar muncul sebagai citra yang berbeda dengan gubernur yang lain dalam hal religiusitas dengan keharusan shalat jamaah bagi pegawai pada waktu shalat,” ucap Nuralam.

  Anwar Hafid dan Gusnar Ismail Diharap Bisa Merealisasikan Pengelolaan Bersama Teluk Tomini bagi Kemajuan dan Kesejahteraan

Religiusitas Anwar Hafid tidak berhenti pada simbol atau seremonial. Ia menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan etika dalam mengambil kebijakan dan bersikap sebagai pemimpin.

Kehadiran Mantan Bupati Morowali tersebut dalam berbagai aktivitas keagamaan, termasuk shalat berjamaah dan dialog spiritual dengan masyarakat menciptakan pemimpin yang religius sekaligus inklusif. (red/teraskabar)