Palu, Teraskabar.id – Wakil Wali (Wawali) Kota Palu Imelda Liliana Muhidin menyoroti potensi besar Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga. Pengawu miliki potensi di sektor peternakan dan pertanian.
Berdasarkan data yang dihimpun, di Kelurahan Tatanga terdapat sekitar 40 hektare lahan dengan jumlah 48 kepala keluarga (KK) yang mengelola kurang lebih 200.000 ekor ayam petelur.
“Dengan luas sekitar 40 hektare, terdapat 48 KK dengan 200.000 ekor ayam. Ada beberapa lahan kosong yang sudah memiliki rencana untuk ditanami mangga, alpukat, dan kelapa. Kami berharap setiap lahan dapat tertata dengan baik,” kara Imelda saat berkunjung ke kompleks peternakan sentra ayam petelur Koperasi Saudara Unggas Mandiri yang berlokasi di Jalan Malontara, Kelurahan Pengawu, pada Sabtu (02/05/2026). Kunjungan ini sebagai upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Palu memastikan Kawasan Peternakan Sesuai Peruntukan Tata Ruang yang telah ditetapkan.
Wawali Imelda saat kunjungan didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Palu di antaranya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Lukman, S.Pt., M.M., serta Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, Achmad Arwien Afries, S.T., M.T.
Pengawu Menyimpan Potensi Peternakan dan Hortikultura
Selain itu, kawasan tersebut juga memiliki potensi pengembangan hortikultura, seperti tanaman tomat dan cabai, yang dapat menjadi sumber pangan bagi Kota Palu.
Menurutnya, hasil produksi telur dari kawasan ini juga memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah, termasuk pemenuhan kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penanganan stunting di Kota Palu.
“Telur-telur dari sini ternyata digunakan untuk kebutuhan MBG maupun penanganan stunting. Ini sangat membantu dalam menunjang program pemerintah,” ungkap Wawali.
Pada kesempatan tersebut, Wawali menyampaikan rasa syukur atas keberadaan kelompok peternak yang tergabung dalam Koperasi Saudara Unggas Mandiri yang telah beroperasi dan berkembang di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah hari ini saya ke para peternak telur yang tergabung dalam kelompok Saudara Unggas Mandiri yang sudah beroperasi,” ujar Imelda.
Ia menjelaskan, dalam kunjungan tersebut pihaknya juga meminta Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan untuk melakukan pemetaan lahan secara lebih terstruktur, guna memastikan kejelasan peruntukan kawasan antara lahan pertanian, peternakan, dan permukiman.
“Kami meminta Dinas Tata Ruang untuk memetakan lahan. Ada beberapa yang seharusnya bisa masuk dalam kawasan tata ruang, supaya jelas mana lahan pertanian, lahan peternakan maupun pemukiman. Jangan sampai mereka merasa ini untuk peternakan, padahal itu untuk pemukiman,” jelasnya.
Di akhir kunjungannya, Wawali Imelda menegaskan komitmen Pemerintah Kota Palu untuk terus memberikan pendampingan kepada para peternak agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat. “Kita harus dampingi mereka,” tegas Wawali Imelda. (red)






