Minggu, 3 Mei 2026
Ekbis  

Laba PT Vale Meningkat 20 Persen di TW II 2022

PT Vale Edukasi Pentingnya Penerapan K3 dalam Dunia Kerja di Blok Pomalaa
Aktivitas karyawan PT Vale Indonesia Tbk. Foto: Istimewa

Jakarta, Teraskabar.id – Laba PT Vale Indonesia Tbk (PT Valebatau Perseroan, IDX Ticker: INCO) dan entitas anaknya (bersama-sama Grup) mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang tidak diaudit untuk triwulan kedua tahun 2022 (2T22).

Pada 2T22, laba yang diperoleh sebesar AS$82,8 juta atau 22% lebih tinggi dibandingkan dengan Laba yang dicatat pada triwulan sebelumnya.

Baca jugaAwal Tahun 2022, Telkom Bukukan Pendapatan Konsolidasi Rp35,2 Triliun

“Laba kami tetap positif dalam siklus komoditas yang sulit ini karena kami fokus pada upaya kami untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Selain itu, Perseroan telah diuntungkan oleh kondisi harga nikel yang baik pada triwulan ini,” kata Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur Perseroan.
Volume produksi kami pada semester pertama tahun 2022 (1H22) adalah 13% lebih rendah bila dibandingkan dengan produksi pada 1H21 disebabkan oleh adanya pelaksanaan proyek pembangunan kembali Tanur 4.
Pekerjaan pembangunan kembali itu sendiri telah selesai dilakukan dan tanur mulai memanas sejak 18 Juni 2022.

“Terkait dengan keselamatan, tidak ada kecelakaan Lost Time Injury selama 2T22, dan jumlah cedera yang tercatat menurun seiring dengan selesainya pembangunan kembali Tanur 4.
Agenda rutin manajemen akan terus kami lakukan seperti mengintensifkan Leadership in theField, meningkatkan pengawasan keselamatan dan house keeping di tempat kerja”, kata Febriany Eddy mengomentari pencapaian tersebut.

Grup merealisasikan harga jual rata-rata sebesar 40% lebih tinggi pada 2T22 yang menghasilkan Pendapatan 40% lebih tinggi pada 2T22 dibandingkan triwulan terakhir.

Beban pokok
Pendapatan Grup meningkat dari AS$142,3 juta pada 1T22 menjadi AS$213,9 juta pada 2T22, terutama didorongboleh harga komoditas dan royaltibyang lebih tinggi.

Konsumsi dan harga rata-rata High Sulphur Fuel Oil (HSFO), diesel serta batubara PT Vale disajikan pada tabel berikut:

  Inovasi Keanekaragaman Hayati dan Pengelolaan Limbah, PT Vale Raih Penghargaan ESG Business Awards 2025
Tabel laba yang diperoleh PT Vale di TW II 2022. Foto: Tangkapan layar

(*)Harga batubara disajikan dalam basis DMT (Dry Metric Ton) dan CFR (Cost & Freight)

Tabel tersebut menunjukkan tren penurunan konsumsi bahan bakar minyak dan batubara secara year-on-year disebabkan oleh adanya pelaksanaan pembangunan kembali Tanur4. Konsumsi batubara yang lebih rendah pada 2T22 diimbangi dengan konsumsi HSFO yang lebih tinggi. Pada 2T22, baik harga HSFO, diesel maupun batubara meningkat signifikan masing-masing sebesar 21%, 22% dan 49% bila dibandingkan dengan 1T22. Bahan bakar minyak dan batubara merupakan beberapa item biaya produksi terbesar PT Vale. (teraskabar)