Selasa, 13 Januari 2026

Ada Desakan ke Jokowi Keluarkan Nasdem, Ahmad Ali : Ada Pihak yang Nyinyir

Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Ahmad Ali yang juga ketua PW DMI Sulteng. Foto: Dok

Jakarta, Teraskabar.id – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Nasdem Ahmad Ali melihat, pernyataan Ketum Surya Paloh yang menyebut ada pihak mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Nasdem dari koalisi pemerintahan ditujukan kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI-P Hasto Kristiyanto.

Hal itu dinilai lantaran melihat pernyataan Hasto Kristiyanto sebelumnya mengenai “biru” keluar dari pemerintahan.

“Begitu Nasdem, begitu mengumumkan Anies (Anies Baswedan capres), ada lah orang-orang yang nyinyir kepada Nasdem dengan deklarasi itu,” kata Ali, Selasa (18/10/2022), dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Waketum Partai Nasdem Ahmad Ali Berharap Kapolri Bisa Ungkap Mafia Karantina

“Ada bendera biru dicabut birunya. Kemudian, dikatakan bahwa koalisi berwarna biru di koalisi Jokowi akan pergi, ya kan,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut, Ali juga menyoroti pernyataan Hasto yang menilai ucapan politisi Nasdem Zulfan Lindan soal Anies Baswedan antitesis Jokowi adalah mewakili DPP Nasdem. Padahal, menurut Ali, Zulfan Lindan sudah keluar dari kepengurusan DPP Nasdem sejak 2020.

“Termasuk, pernyataan Zulfan kemarin yang bermasalah, yang antitesa kemudian dikomentari (Hasto) itu adalah representasi dari Partai Nasdem,” kata Ali.

Baca juga: Waketum DPP Hadir Langsung di Rakordasus Nasdem di Banggai

Kendati begitu, Ali menolak bahwa hal ini diasumsikan bahwa hubungan Nasdem dan PDI-P renggang. Ia sebaliknya bertanya letak kesalahan Nasdem mengusung Anies Baswedan sebagai capres.

  Darmin Sigilipu - DR Samsinar Moga Terima Rekomendasi Nasdem dan PAN Maju Pilkada Poso 2024