Pelaku yang mengaku terbebani pikirannya atas insiden pemukulan tersebut, hendak kembali ke kantor PT CPI. Meski begitu, pelaku belum bisa ke kantor opresional PT CPI karena salah satu tetangga kostnya yang diajak untuk mengantarnya belum bersedia segera memenuhi permintaannya karena alasan tertentu.
Baca juga : Lakalantas Maut di Persimpangan Jalan Muara Rapak Balikpapan, Humas Polda Kaltim: 5 Tewas
Salah seorang tetangga kostnya yang juga merupakan satu daerah asal dengan tersangka di Kabupaten Luwu, inisial R (37), justru menawarkan diri bersedia mengantar tersangka ke kantor PT CPI setelah mendengar cerita tersangka dipukul oleh korban.
“Kejadian pembunuhan di Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, modusnya adalah tersangka emosi dan tidak terima pada saat dirinya dipukul oleh korban sehingga korban menceritakan kejadian tersebut kepada temannya, pemukulan tersebut berawal dari adu mulut sesama karyawan,” kata Wakapolres.
Setelah mendengar kejadian tersebut tersangka bersama temannya langsung mencari korban namun korban belum berada di lokasi yang dituju.
Baca juga : Puluhan Warga Datangi Mapolsek Parigi Protes Terduga Pelaku Pencurian Dihadiahi Timah Panas
Beberapa saat setelah menunggu, korban tiba di halam kantor PT CPO dan tersangka segera menghampirinya. Sementara teman tersangka inisial R menunggu di atas motornya. Saat tersangka mendekati korban, kemudian terjadi adu mulut lantas terjadi perkelahian.
Melihat hal itu, teman tersangka segera mendekat ke tempat perkelahian dan langsung merangkul korban dengan menggunakan tangan kiri pada bagian leher dan tangan kanannya memegang tangan kiri, sehingga korban tidak bisa melakukan perlawanan.






