Minggu, 25 Januari 2026
Umum  

AGING FARMERS

Nur Sangadji. Foto: Istimewa

Oleh Nur SANG ADJI.

Tanamkan semangat juang yang tinggi kepada petani milenial.  Bilang kepada mereka. Karena tangan kita kotor dengan tanah, maka orang-orang bisa makan. Dan,  sebab ada kitalah, orang-orang  bisa punya makanan.

————

Hari ini tepat di tanggal 28 Oktober 2023, hari Sumpah Pemuda. Saya dapat dua kiriman bernada sama, via WA dan FB. Keduanya tentang masa depan petani.

Pertama, dari Desa Apps UGM di Instragram, berkaitan regenerasi petani. Berdasarkan hasil survei yang mereka lakukan, hanya ada 3 orang dari 100 orang anak petani yang mau jadi petani.

Kedua, datang dari sahabat  saya yang saat ini menjabat Wakil Rektor Universitas Negeri Gorontalo. Prof Amir Arham. Orang tuanya yang adalah seorang petani berpesan padanya waktu kecil,  untuk tidak menjadi petani kalau sudah dewasa.

***

Berarti yang tersisa tinggal petani tua (aging Farmers). Kaum milenial  yang mau ikut bertani sesuai survei itu,hanya tinggal 0,03 atau 3 persen saja.

Ini fakta ancaman serius. Kita nanti, bukan cuma bermasalah di bidang ketahanan pangan semata. Tapi sekaligus di kadaulatan pangan. Makanan kita tergantung bangsa lain. Pandemi covid membuktikannya secara nyata.

Sangat berbahaya. Mengapa ? Karena urutannya kurang lebih bagini ; no forest, no water, no agriculture,  no Farmers , no plant, no live

***

So…we have to do something for that…..

Bangkitkan kebanggaan kepada mereka, kaum milinial ini.  Tanamkan semangat juang yang tinggi. Bilang pada mereka. Karena tangan kita kotor dengan tanah, maka orang bisa makan. Dan,  sebab ada kitalah, orang bisa punya makanan.

Bravo Batalion Pertanian..!

Dirgahayu hari sumpah pemuda 2023..***