Senin, 26 Januari 2026

Agresi Tentara Israel Berlanjut di Kota Jenin, Kerusakan Ibarat Telah Dilanda Gempa Bumi Dahsyat

Agresi Tentara Israel Berlanjut di Kota Jenin, Kerusakan Ibarat Telah Dilanda Gempa Bumi Dahsyat
Tentara pendudukan Israel membuldozer permukiman warga di Kota Jenin (1/9/2024). Foto: Alquds

Gaza, Teraskabar.id – Tentara pendudukan Israel melanjutkan agresinya terhadap kota Jenin dan kampnya, di wilayah utara Tepi Barat yang diduduki, selama lima hari berturut-turut, di tengah bentrokan dan penyergapan yang dilakukan oleh kelompok perlawanan.

Bulan Sabit Merah mengatakan bahwa krunya menemukan dua martir yang terbunuh oleh peluru pendudukan dari desa Kafr Dan, sebelah barat Jenin. Bulan Sabit Merah menambahkan bahwa dua warga Palestina terluka hari ini, Ahad (1/9/2024), oleh peluru pasukan pendudukan Israel di kamp Jenin.

Baca jugaPuluhan Ribu Tentara Israel Terluka, Disabilitas hingga Tewas Dihajar Pejuang Palestina

Sumber pers melaporkan bahwa penembak jitu Israel menargetkan kru pers di dekat pintu masuk kamp Jenin.

Walikota Jenin menggambarkan kehancuran yang disebabkan oleh tentara pendudukan di kota Jenin dan kamp di bagian timur ibarat telah dilanda gempa bumi dahsyat.

Dia mengatakan bahwa pendudukan membuldoser lebih dari 70% jalan-jalan di kota Jenin. Sementara air terputus dari seluruh kamp Jenin dan 80% kota. Bahkan, Walikota Jenin melaporkan sepanjang 20 kilometer jaringan air dan limbah serta kabel komunikasi dan listrik dibuldoser.

Sejak Rabu lalu (25/8/2024), agresi terhadap Jenin dan kampnya telah mengakibatkan kematian 16 warga Palestina, luka-luka dan penangkapan puluhan orang. Agresi tersebut juga menyebabkan fasilitas umum dan swasta, rumah warga serta infrastruktur, termasuk air, listrik. , dan jaringan telepon rusak parah.

Baca jugaMiliter Israel Kecam Media yang Tampilkan Wajah Pelaku Perkosaan di Penjara Sde Teiman

Sementara pasukan pendudukan masih melakukan pengepungan ketat terhadap kota dan kampnya serta mendorong lebih banyak bala bantuan militer ke arah kota. Pasukan pendudukan memaksa sejumlah keluarga yang berada di dalam kamp untuk meninggalkan rumah mereka, setelah sebelumnya tentara pendudukan mengubah menjadi barak militer.

  Ketua MUI Pidato Tentang Toleransi di Perayaan Paskah Oikumene Gereja-Gereja se-Sulteng

Koresponden Jaringan Quds mengatakan bahwa pasukan pendudukan terus mengepung Rumah Sakit Pemerintah Jenin dan mencegah tim medis mencapainya. Mereka juga menghalangi pekerjaan tim penyelamat dan perbaikan infrastruktur serta mencegah mereka memasuki kamp.

Lensa kamera mendokumentasikan pasukan pendudukan yang terus mengepung “Rumah Sakit Ibnu Sina” di kota Jenin. Adegan tersebut menunjukkan pasukan pendudukan mencari warga Palestina di depan gerbang rumah sakit, dan terus menghancurkan jalan-jalan dan properti masyarakat di kota tersebut dan sekitarnya.

Operasi dialisis ginjal terhenti di Rumah Sakit Jenin karena pengepungan Israel.

Sementara itu, Doctors Without Borders meminta pendudukan untuk menghormati kewajibannya sebagai kekuatan pendudukan di Tepi Barat, dan untuk menghormati serta melindungi rumah sakit, ambulans, dan misi kemanusiaan medisnya.

Organisasi tersebut menambahkan bahwa pasukan pendudukan menghalangi akses ke fasilitas kesehatan dan mencegah lewatnya ambulans. Organisasi tersebut menjelaskan bahwa pasukan pendudukan mengepung “Rumah Sakit Khalil Suleiman” di Jenin, dan tim medisnya telah menghentikan operasi dialisis di rumah sakit tersebut. (red/teraskabar)