Palu, Teraskabar.id – Awal tahun 2026, Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalami inflasi secara bulanan atau month to month (m-to-m) tercatat sebesar 0,01 persen, dan inflasi year to date (y-to-d) hingga Januari 2026 juga sebesar 0,01 persen.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, andil inflasi tertinggi secara bulanan disumbang oleh Perawatan Pribadi dan Jasa lainnya sebesar 0,09 persen. Tiga kelompok pengeluaran lainnya seperti Pendidikan, Kesehatan, serta Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan mendekati Nol.

“Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau memiliki andil deflasi tertinggi yaitu, 0,08 persen, disusul Transportasi 0,03 persen, serta Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,01 persen,” kata Plh Kepala BPS Provinsi Sulteng Imron Taufik J Musa S.Si, M.Si., pada pres rilis BPS, Senin (2/2/2026).
Awal Tahun 2026, Andil Inflasi Pendidikan dan Kesehatan Dekati Nol
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi secara bulanan (m-to-m) pada Januari 2026, antara lain: emas perhiasan, ikan cakalang, ikan selar, ikan ekor kuning, cumi-cumi, minyak goreng, dan ikan teri. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi secara bulanan, antara lain: cabai rawit, ikan lajang, cabai merah, bawang merah, bensin, beras, tomat, ikan katamba, angkutan udara, ikan kembung, dan telur ayam ras.
Sementara itu, inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sulawesi Tengah pada Januari 2026, tercatat sebesar 4,55 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,72. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Tolitoli sebesar 6,54 persen (IHK 116,03), sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Morowali sebesar 2,63 persen (IHK 109,64).
Inflasi y-on-y dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kenaikan juga terjadi pada kelompok kesehatan, transportasi, rekreasi, olahraga, dan budaya, pendidikan, penyediaan makanan dan minuman/restoran, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks harga, antara lain pakaian dan alas kaki, perlengkapan, perawatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan. (red/teraskabar)






