Palu, Teraskabar.id – Angka konsumsi ikan di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini mencapai 74,72 kg/perkapita/tahun.
“Terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya (2024) sebesar 21,44 persen,” kata Asisten III Setdaprov Sulteng, M. Sadly Lesnusa mewakili Gubernur Sulteng saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka GEMARIKAN Tahun 2025 tingkat Provinsi Sulteng yang dipusatkan pelaksanannya di halaman kantor DKP Sulteng, Selasa (11/11/2025).
Ia menjelaskan, kabupaten dengan angka konsumsi ikan tertinggi pada 2024 adalah Kabupaten Poso sebesar 84,21 Kg/perkapita/pertahun dan terendah adalah Kabupaten Sigi. Secara umum, angka konsumsi ikan Kabupaten Poso masih di atas angka konsumsi Sulteng.
“Betapa sangat disayangkan jika masih ada daerah kita yang nota bene penduduknya sebagian besar mendiami wilayah pesisir namun angka konsumsi ikannya masih rendah,” ujarnya.
Menurutnya, dalam peningkatan angka konsumsi ikan Sulawesi Tengah diperlukan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat dengan menggaungkan slogan “Berani Makan Ikan” sebagai penyeimbang program pemerintah “Berani Tangkap Banyak”. Hal ini perlu digaungkan dalam kampanye gerakan memasyarakatkan makan ikan untuk menunjang program peningkatan gizi anak.
Olehnya, upaya meningkatkan gizi masyarakat dengan komsumsi ikan perlu terus ditingkatkan, ikan diharapkan menjadi salah satu sumber protein utama dalam pola budaya dan komsumsi masyarakat Sulawesi Tengah.
Melalui pencanangan Gerakan Memasyaratkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai gerakan nasional, diharapkan dapat dilakukan terus menerus, terkonsep, terintegrasi dan melibatkan seluruh komponen yaitu instansi pemerintah pusat dan daerah, swasta, lsm, asosiasi, lembaga kemasyarakatan, lembaga keagamaan dan pelaku usaha. Harapannya, dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentngnya mengkonsumsi ikan untuk menuju hidup sehat. (red/teraskabar)






