Parimo, Teraskabar.id– Memasuki hari kedua pencarian terhadap Hakim (50), nelayan asal Sipayo, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), yang diduga terjatuh dari perahu saat memancing di sekitar rompon di perairan Desa Manilili, Kecamatan Tinombo, pada Selasa (18/10/2022) 17.30 WITA, kini area pencariannya diperluas.
“Kini area pencarian diperluas di sekitar lokasi kejadian menggunakan metode paralel dengan luas area pencarian 40 NM,” kata Kepala Basarnas PaluAndrias Hendrik Johannes, Rabu (19/10/2022).
Baca juga: Nelayan Ampibabo Ini Hilang di Laut usai Terjatuh dari Kapalnya
Andrias mengatakan, insiden itu baru dilaporkan Kasi Pemerintahan Desa Manili, Gafrudin pada Selasa (18/10/2022) bahwa seorang nelayan asal Desa Sipayo terjatuh dari perahu saat memancing di perairan sekitar rompon yang berjarak 4 NM dari pantai.
Baca juga: Terjatuh saat Memancing di Laut, Nelayan Touna Ini Belum Ditemukan Tim SAR
Korban diketahui terjatuh berdasarkan keterangan rekannya yang menyusul korban memancing sehari sebelumnya, yaitu Senin (17/10/2022).
“Rekan korban melihat korban terjatuh dari perahu. Pencarian awal telah dilaksanakan oleh rekannya di sekitar rompon dan perahu korban namun hasil nihil,” kata Andrias.
Selanjutnya, Andrias menugaskan tim Rescue Pos SAR Parigi menuju lokasi kejadian dengan kekuatan empat personel.
Baca juga: Seorang ASN Perikanan Donggala Ditemukan Meninggal Usai Terjatuh dari Perahu
Pada pukul 14.20 WITA, Tim Rescue Pos SAR Parigi tiba di Desa Maninili dan berkordinasi dengan aparat desa setempat.
“Pada pukul 15.00 WITA mendirikan posko SAR dan melaksanakan pencarian awal di sekitar lokasi korban diduga terjatuh. Kemudian pukul 18.00 WITA, pencarian terhadap Hakim (50) dihentikan sementara karena sudah malam dan dilanjutkan esok hari,” bebernya.
Baca juga: Nelayan Tolitoli yang Dilaporkan Hilang Akhirnya Ditemukan, Begini Kondisinya
Andrias Hendrik Johannes menambahkan, tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap korban pada hari ini, Rabu (19/10/2022). Area pencarian nelayan Sipayo tersebut menggunakan metode paralel dengan luas area pencarian 40 NM pada koordinat 0° 2’52.32″ Utara – 120° 7’36.90″Timur ; 0° 2’21.23″U – 120°10’54.24″T ; 0° 1’31.30″S – 120°10’13.82″T, dan 0° 0’57.47″S- 120° 6’51.38″T. (teraskabar)







