Selasa, 27 Januari 2026
Ekbis  

Aset Bank Konvensional di Sulteng Meningkat, Bank Syariah Menurun

Penyaluran Kredit UMKM di Sulteng Capai Rp17,54 Triliun pada September 2024, Tumbuh 14,49%
Ketua OJK Sulteng Triyono Raharjdo. Foto: Dok

Secara rinci, total kredit Bank Umum pada Mei 2023 sebesar Rp43,57 Triliun dan pada Mei 2022 sebesar Rp40,43 Triliun atau tumbuh 7,77 persen. Sedangkan untuk BPR, total kredit tercatat sebesar Rp 0,18 Triliun pada Mei 2023, dan pada periode yang sama pada 2022 tercatat Rp0,24 atau terjadi penurunan Rp0,06 Triliun.

Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Mei 2023 total sebesar Rp32,17 Triliun, terjadi penurunan dibanding Mei 2022 sebesar Rp31,52 Triliun dan Desember 2022 sebesar Rp32,54 Triliun.

Baca jugaKemiskinan Meningkat di 30 Provinsi, Sulteng Menurun

Secara rinci, total DPK Bank Umum pada Mei 2023 sebesar Rp31,92 Triliun dan pada Mei 2022 sebesar Rp31,33 Triliun atau tumbuh 1,88 persen secera year on year (YoY). Dibanding Desember 2022 yang tercatat Rp32,42 Triliun, DPK menurun sebesar Rp0,37 Triliun.

Sedangkan untuk BPR, total DPK tercatat Rp0,25 Triliun pada Mei 2023, dan pada periode yang sama pada 2022 tercatat Rp0,19 atau terjadi pertumbuhan Rp0,06 Triliun. Dibanding Desember 2022 yang tercatat Rp0,12 Triliun, DPK meningkat sebesar Rp0,13 Triliun.

“Meskipun terjadi penurunan dalam pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dibanding posisi Desember 2022, secara yoy masih terdapat pertumbuhan sebesar 2,06 persen,” kata Triyono.

Baca jugaPertama di Sulteng, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum Kini Sudah Ada di Palu

Sementara itu, total aset Bank Konvensional dan Bank Syariah pada Mei 2023 tercatat Rp60,21 Triliun, meningkat 5,29 pesen secara YoY di mana pada Mei 2022 sebesar Rp57,18 Triliun. Sedangkan pada bulan Desember 2022, total aset dari keduanya mencapai Rp61,59 Triliun atau menurun Rp1,38 Triliun dibanding Mei 2023.

  Atraksi Devile dan Pameran UP2K-PKK Meriahkan Pembukaan Jambore Kader PKK se-Sulteng

Rinciannya, total aset Bank Konvensional pada Mei 2023 sebesar Rp57,50 Triliun, meningkat 5,64 persen dibanding Mei 2022 yang hanya sebesar Rp54,48 Triliun. Sedangkan pada Desember 2022, total aset Bank Konvensional sebesar Rp60,07 Triliun atau menurun Rp2,57 Triliun.

Sebaliknya, total aset Bank Syariah pada Mei 2023 sebesar Rp2,71 Triliun, menurun 1,56 persen dibanding periode Mei 2022 yang mencapai Rp2,75 Triliun. Namun, meningkat jika membanding dengan periode Desember 2022 terhadap Mei 2023 sebesar Rp1,19 Triliun.

Adapun total DPK Bank Syariah pada Mei 2023 sebesar Rp1,54 Triliun, sedangkan pada Mei 2022 sebesar Rp1,73 Triliun atau menurun Rp1,73 Triliun atau -10,98 persen (YoY).

“Terdapat penurunan yang signifikan pada DPK perbankan syariah di Sulawesi Tengah dimana secara yoy DPK perbankan syariah turun 10,98 persen yang diikuti dengan penurunan aset sebesar 1,56 persen. Namun demikian, untuk pembiayaan syariah masih tumbuh di angka 0,63 persen,” tambahnya. (teraskabar)