Palu, Teraskabar.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kemiskinan di Indonesia secara nasional bertambah dari 9,54 persen menjadi 9,57 persen. Terjadi kenaikan 0,03 persen poin. Hanya delapan delapan provinsi mengalami penurunan tingkat kemiskinan dari total 38 provinsi di Indonesia, salah satu di antaranya adalah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Ketua Tim Statistik Ketahanan Sosial BPS Provinsi Sulteng Ir Jefrie Wahido M.Si mengatakan, meski terjadi fenomena ekonomi seperti kenaikan harga BBM dan inflasi, serta fenomena sosial berupa pemulihan pascapandemi secara nasional, namun Provinsi Sulteng berhasil menekan tingkat kemiskinan. Tercatat pada September 2022, tingkat kemiskinan di Sulteng sebesar 12,30 persen, turun 0,03 persen poin dibandingkan Maret 2022 sebesar 12,33 persen.
“Walau persentase 0,03 persen tapi untuk mencapai penurunan hingga sebesar itu memerlukan biaya besar dan penanganan yang tepat sasaran,” kata Jefrie pada releas Hasil Suspenas 2022, Selasa (30/1/2023), di kantor BPS Sulteng.
Baca juga : Kemiskinan di Sulteng, Donggala Masih Tertinggi
Begitupula di Pulau Sulawesi katanya, dari enam provinsi yang ada, hanya Sulawesi Tengah yang berhasil mengalami penurunan tingkat kemiskinan.

Namun dari sisi jumlah penduduk miskin lanjutnya, penduduk miskin Sulawesi Tengah pada September 2022 tercatat sebesar 389.710 orang, meningkat 1.360 orang dibandingkan Maret 2022. Sementara bila membandingkan September 2021, jumlah penduduk miskin Sulteng bertambah 8.500 orang.






