Jumat, 14 Agustus 2026

Enam Pengurus Inti NasDem Sulteng Mengundurkan Diri, 4 Orang Telah Mengkonfirmasi

Enam Pengurus Inti NasDem Sulteng Mengundurkan Diri, 4 Orang Telah Mengkonfirmasi
Kantor DPW Partai NasDem Sulteng. Foto: Istimewa

Palu, Teraskabar.id – Enam pengurus inti partai NasDem secara bersamaan mengajukan surat pengunduran diri yang diserahkan ke Kantor DPW NasDem Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Senin (3/8/2026).

Pengunduran diri kolektif tersebut terjadi di tengah memanasnya dinamika internal partai pasca kehadiran sejumlah kader dan pengurus pada pengukuhan Ahmad Ali Center (AAC) beberapa waktu lalu.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, para pengurus yang mengundurkan diri merasa harga diri mereka telah tercederai setelah muncul anggapan bahwa mereka tidak lagi menjadi bagian dari NasDem hanya karena menghadiri kegiatan AAC.

Adapun enam pengurus DPW NasDem Sulteng yang mengajukan pengunduran diri masing-masing adalah Ferry Anwar (Sekretaris DPW), Moh. Fahruddin Yunus (Bendahara DPW), Hadijah Hanamah, (Wakil Bendahara Pengelolaan Dana dan Aset), Masrifan Ranroe Muchsen (Wakil Ketua Bidang Hubungan Legislatif), Viktor (Wakil Ketua Bidang Digital dan Siber), serta Salahuddin (Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik).

Mundurnya Sekretaris dan Bendahara DPW secara bersamaan menjadi perhatian karena kedua jabatan tersebut merupakan pilar utama dalam struktur organisasi partai di tingkat provinsi.

Sumber internal menyebutkan, keputusan tersebut merupakan bentuk sikap politik setelah adanya dinamika yang berkembang di tubuh partai. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari para pengurus yang mengundurkan diri mengenai alasan detail di balik keputusan tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPW NasDem Sulteng, Arman, saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026), membenarkan adanya pengunduran diri sejumlah pengurus.

Menurutnya, dari 6 orang yang diberitakan mengundurkan diri, baru 4 orang secara tegas menyatakan mengundurkan diri. Dua orang mengirimkan surat pengunduran diri secara tertulis, serta dua orang lainnya menyatakan mundur melalui pernyataan di Grup WhatsApp.

  Ketua NasDem Sulteng Kampanye sekaligus Gelar Pasar Murah di Palolo Sigi

Menurut Arman, dinamika tersebut merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan partai politik.

“Pilihan politik seseorang tidak bisa diintervensi. Setiap kader memiliki hak politik untuk berpindah ke partai lain ataupun memilih beristirahat dari aktivitas politik,” ujarnya.

Arman juga menyampaikan bahwa Ketua DPW NasDem Sulawesi Tengah, Nilam Sari Lawira, menghormati keputusan para kader tersebut.

Menurutnya, setiap orang memiliki hak menentukan arah politiknya masing-masing sehingga tidak dapat dipaksa untuk tetap bertahan apabila sudah tidak lagi sejalan dengan visi dan misi partai.

“Pimpinan tidak bisa mengintervensi, apalagi memasung hak politik kader yang memilih jalan politik berbeda,” katanya.

Gelombang pengunduran diri ini diperkirakan masih akan berkembang. Pasalnya, sejumlah kader lain dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah serupa. Informasi tersebut masih terus ditelusuri dan belum dapat dipastikan.

Perkembangan ini menjadi ujian tersendiri bagi konsolidasi internal NasDem Sulawesi Tengah menjelang agenda politik berikutnya. Di sisi lain, dinamika tersebut juga memperlihatkan mulai terjadinya pergeseran konfigurasi politik di tingkat daerah setelah munculnya AAC yang belakangan menjadi magnet baru bagi sejumlah tokoh politik di Sulawesi Tengah. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi langsung dari para pengurus yang mengundurkan diri untuk mendapatkan penjelasan mengenai alasan dan sikap politik mereka setelah keluar dari Partai NasDem. Ruang hak jawab dan hak klarifikasi tetap terbuka bagi seluruh pihak yang berkepentingan. (red)