Senin, 12 Januari 2026

Asfar Dampingi Masyarakat Matarape: Tolak Sosialisasi PT KPI

Asfar Dampingi Masyarakat Matarape Tolak Sosialisasi PT KPI
Asfar dampingi masyarakat Matarape tolak sosialisasi PT KPI. Foto: KVA

Morowali, Teraskabar.id– Asfar dampingi masyarakat Matarape, Kabupaten Morowali, dalam menyampaikan penolakan tegas terhadap kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh PT Kacci Purnama Indah (PT KPI). Penolakan ini disampaikan langsung pada kegiatan konsultasi publik terkait rencana perluasan jetty yang digelar perusahaan di wilayah Desa Matarape, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Ahad (12/10/2025).

Kehadiran Asfar, SE., menjadi bentuk dukungan terhadap aspirasi warga yang merasa hak-haknya diabaikan. “Bagi masyarakat, kegiatan ini tidak memiliki dasar moral maupun legal karena PT KPI belum memenuhi kewajiban yang pernah disepakati,” ujar Asfar.

Dalam pernyataannya, Asfar menegaskan bahwa alasan utama penolakan adalah karena perusahaan belum menindaklanjuti 14 poin kesepakatan yang ditandatangani pada 25 April 2025. Tidak satu pun dari kesepakatan itu yang terealisasi hingga kini. Oleh karena itu, Asfar dampingi masyarakat Matarape untuk menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut tidak memiliki legitimasi sosial. Warga berpendapat, perusahaan tidak seharusnya melanjutkan aktivitas publik sebelum komitmen terhadap masyarakat dipenuhi secara nyata.

Lebih lanjut, Asfar menjelaskan bahwa tindakan warga menolak sosialisasi bukanlah bentuk perlawanan tanpa dasar, melainkan sikap kritis terhadap perusahaan yang abai terhadap tanggung jawab sosial. Ia menilai, proses konsultasi publik semestinya berlandaskan pada kepercayaan dan keterbukaan. Tanpa adanya kejujuran dan komitmen, seluruh proses partisipatif akan kehilangan makna. Dalam konteks ini, kehadiran Asfar dampingi masyarakat Matarape mencerminkan pentingnya pendampingan bagi warga agar suara mereka tetap terdengar di tengah dominasi korporasi.

“kepada pemerintah daerah untuk tidak mengakui kegiatan sosialisasi PT KPI sebagai bagian dari proses resmi sebelum seluruh butir kesepakatan dilaksanakan. Legitimasi sosial hanya dapat dibangun di atas dasar keadilan dan tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat lokal,” tegas Asfar.

  Jamaluddin L Nusu Tanggalkan Baju Gerindra di Deklarasi Rizal - SYP

Pernyataan ini menutup sikap tegas warga yang konsisten memperjuangkan hak-hak mereka. Dengan keberanian yang terorganisir, Asfar dampingi masyarakat Matarape menunjukkan bahwa solidaritas warga masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga martabat dan keadilan di tanah mereka sendiri. (Ghaff/Teraskabar).