Luas lahan salah satu aset daerah di Jalan S. Parman adalah 4.419 hektare, dengan nilai lahan tanah sebesar Rp2,8 Miliar dan bangunan berjumlah Rp 1,2 Miliar. Sehingga, total keseluruhan berjumlah Rp 4 Miliar.
Sementara luas lahan salah satu aset daerah di Jalan Dewi Sartika yakni ; 7. 316 hektare, dengan taksiran nilai aset mencapai Rp 3,1 Miliar, sedangkan nilai bangunan seluas 2.116 ditaksir mencapai Rp 5,4 Miliar.
Baca juga : Anggota DPRD Parimo Mengeluh Sering Kekurangan Mamin Setiap Kegiatan
Adapun lokasi lahan aset daerah yang berada di Jalan Soekarno Hatta, dekat Bundaran STQ, luasnya sekitar satu hektare dengan taksiran nilai aset mencapai Rp 3,2 Miliar.
Untuk sementara, berdasarkan opsi beberapa lokasi yang ada, pihak PT. Bank Sulteng dengan pertimbangan lokasi yang strategis, lebih memilih lahan aset daerah yang terletak di Jalan S. Parman.
Tampak hadir Perwakilan Bank Sulteng, Dinas Perindag, Biro Ekonomi, Biro Hukum, Inspektorat, dan BPKAD Provinsi Sulteng.
Baca juga : Maksimalkan Pencarian Tiga DPO Teroris Poso, Kaops Madago Raya Sisir Sektor IV
Berdasarkan penelusuran yang dikutip dari Tribun Bisnis, setidaknya masih terdapat 11 BPD dengan modal inti di bawah Rp 3 Triliun.
Adapun bank daerah tersebut diantaranya Bank Lampung, Bank Sulteng, Bank Jambi, Bank Bengkulu, Bank Banten, Bank Sulutgo, Bank Kalteng, Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Kalsel dan Bank Kalbar.
Tiga dari BPD ini sudah dimasuki pengusaha Chairul Tanjung (CT). Lewat Mega Corpora, dia menggenggam 24,9% saham Bank Sulteng, 24,08% saham Bank Sulutgo dan telah menyetor investasi Rp 100 miliar di Bank Bengkulu pada akhir 2020.
Mega Corpora akan mengkonsolidasi bank-bank di bawahnya dengan skema KUB. CT saat ini tercatat sudah jadi pengendali di dua bank yakni Bank Mega dan Allo Bank Indonesia. (teraskabar)






