Kamis, 14 Mei 2026
Ekbis, Home  

Daya Beli Petani Sulteng Melemah 5 Bulan Terakhir, Justru Nelayan Menguat

Daya Beli Petani Sulteng Melemah 5 Bulan Terakhir, Justru Nelayan Menguat
Plt Kepala BPS Sulteng Imron Taufik J Musa menyampaikan rilis BPS pada Rabu (1/10/2025), di kantor BPS Sulteng. Foto: Tangkapan layar

Palu, Teraskabar.id–  Daya beli petani di Sulawesi Tengah mengalami penurunan sejak lima bulan terakhir, yaitu bulan Mei hingga September 2025.  Hal itu terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang dirilis BPS  Sulteng, Rabu (1/10/2025).

Pada Mei 2025, NTP Sulawesi Tengah sebesar 118,17 persen. Selanjutnya pada Juni 2025, NTP Sulteng sebesar 115,21 persen atau turun sebesar  2,96 dibanding bulan sebelumnya.

Kemudian pada Juli 2025, NTP Sulteng kembali tergerus cukup dalam menjadi 111,11 persen atau turun sebesar 4,1 persen. Kondisi serupa terus berulang pada Agustus 2025 di mana NTP tercatat 110,27 persen atau turun  0,84 persen dan berlanjut pada bulan September 2025 dengan NTP sebesar 107,99 persen atau turun 2,28 persen.

Plt. Kepala BPS Sulteng Imron Taufik J. Musa mengatakan, NTP gabungan di Sulawesi Tengah pada September 2025 sebesar 107,99 persen, turun 2,28 persen dibanding bulan sebelumnya. Penurunan ini akibat indeks harga yang diterima petani (It) tercatat 136,96 mengalami penurunan indeks sebesar 2,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 139,94.

Tiga subsektor mengalami penurunan NTP yaitu Tanaman Hortikultura dari 137,58 persen di Agustus 2025 menjadi 132,15 persen di September 2025 atau turun 3,39 persen; Perkebunan Rakyat dari 117,95 persen menjadi 113,50 atau turun 3,87 persen, dan Peternakan dari 107,34 persen menjadi 106,84 atau turun 0,42 persen.

Dua subsektor lainnya justru mengalami kenaikan yaitu Perikanan dari 95, 90 persen menjadi 98,28 persen dan Tanaman Pangan dari 94,32 persen menjadi 95,11 persen. Namun NTP kedua subsektor tersebut masih di bawah 100 poin.

“Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya (It) pada subsektor tanaman hortikultura sebesar 3,93 persen; subsektor perkebunan rakyat sebesar 3,87 persen; subsektor peternakan sebesar 0,42 persen sebaliknya terjadi kenaikan indeks subsektor perikanan sebesar 2,37 persen dan subsektor tanaman pangan sebesar 0,78 persen,” ujarnya. (red/teraskabar)

  Dua CPNS Sulteng Mundur di Latsar, Seluruh Peserta Orientasi PPPK Lulus