Palu, Teraskabar.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) edukasi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) literasi keuangan dan inklusi keuangan, Rabu (13/5/2026).
Inisiatif ini sebagai konsitensi OJK Sulteng untuk terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai salah satu segmen prioritas dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021–2025.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, OJK Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri, Migrasi Aman, dan Literasi Keuangan yang dirangkaikan dengan peluncuran Buku Saku Literasi Keuangan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia bertema “PMI Cerdas Finansial, Menuju Indonesia Maju” di STIKES Bala Keselamatan Palu.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi OJK Sulawesi Tengah bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran (BP3MI) Sulawesi Tengah dalam membekali calon PMI dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, penggunaan layanan jasa keuangan formal, kewaspadaan terhadap penipuan dan kejahatan keuangan, serta pentingnya migrasi aman dan legal dalam bekerja di luar negeri.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa pekerja migran Indonesia memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui remitansi dan peningkatan kesejahteraan keluarga di daerah asal. Berdasarkan data Bank Indonesia, remitansi pekerja migran Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar 15,70 Miliar USD atau setara dengan Rp 263,8 triliun dan menjadi penghasil devisa terbesar kedua setelah migas. Hal ini menunjukkan, Arus remitansi PMI memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.
“Melalui kegiatan ini, OJK mendorong calon pekerja migran Indonesia agar tidak hanya siap bekerja di luar negeri, tetapi juga mampu mengelola pendapatan secara bijak, aman, dan produktif sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi diri sendiri maupun keluarga” kata Bonny Hardi Putra.
OJK Sulteng Edukasi Calon PMI, Meminimalkan Risiko Penipuan
Lebih lanjut disampaikan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi calon PMI sangat penting untuk meminimalkan risiko penipuan, pengelolaan utang yang tidak sehat, penyalahgunaan rekening dan data pribadi, hingga tindak kejahatan keuangan digital yang masih kerap menyasar pekerja migran Indonesia.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari OJK Provinsi Sulawesi Tengah, pelaku usaha jasa keuangan, dan stakeholder terkait sebagai bagian dari upaya penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi calon pekerja migran Indonesia. Materi yang disampaikan mengenai pengelolaan dan perencanaan keuangan, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal, perlindungan data pribadi, serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan illegal.
Peserta juga dibekali pemahaman terkait peluang kerja luar negeri, prosedur migrasi aman, serta pentingnya bekerja melalui jalur resmi guna memperoleh perlindungan hukum dan pemenuhan hak sebagai pekerja migran Indonesia.
Dikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa, calon pekerja migran Indonesia, akademisi, serta stakeholder terkait.
OJK Sulawesi Tengah mendorong agar calon pekerja migran Indonesia semakin siap menghadapi dunia kerja luar negeri dengan memiliki kesiapan finansial yang baik sehingga mampu memanfaatkan hasil kerja secara optimal untuk mendukung kesejahteraan diri dan keluarga. (red)






