Selasa, 12 Mei 2026
Home, News  

FTIK UIN Datokarama Kenalkan Budaya Kaili kepada Mahasiswa Mancanegara Peserta DISC

FTIK UIN Datokarama Kenalkan Budaya Kaili kepada Mahasiswa Mancanegara Peserta DISC
Rombongan mahasiswa peserta DISC 2026 dari lima perguruan tinggi mancanegara disambut dengan tarian penyambutan tamu khas Kaili (Mokambu), saat tiba di Kampus II UIN datokarama, Kabupaten Sigi, Senin (11/5/2026). Foto: Humas UIN

Sigi, Teraskabar.id – Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama mengenalkan budaya kaili kepada mahasiswa mancanegara dari tiga negara di Asia Tenggara meliputi Thailand, Filipina dan Malaysia.

Pengenalan budaya kaili kepada mahasiswa asal tiga negara tersebut, dilakukan melalui program Datokarama International Short Course (DISC), ketika para mahasiswa tiba di Kampus II UIN Datokarama di Kabupaten Sigi, 11 Mei 2026.

“Kegiatan yang dimulai hari ini bukan sekadar pertukaran akademik biasa, melainkan upaya strategis untuk memperkenalkan wajah Sulawesi Tengah kepada dunia internasional,” kata Dekan FTIK UIN Datokarama Profesor Saepuddin Mashuri, di Kabupaten Sigi, Senin (11/5/2026).

DISC 2026 diselenggarakan oleh Pusat Hubungan Internasional Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Datokarama, diikuti mahasiswa dari lima perguruan tinggi terdiri dari University of the Philippines, Benguet State University Filipina, Cordillera Career Development College (CCDC), University Islam Melaka Malaysia, dan Songkla University Thailand.

Peragakan Tari Mokambu, FTIK UIN Datokarama Mengenalkan Budaya Kaili

Pantauan di lapangan, rombongan mahasiswa dari lima perguruan tinggi tersebut disambut dengan tarian penyambutan tamu khas Kaili (Mokambu), yang diperagakan oleh tiga mahasiswi UIN Datokarama terdiri dari Hikmawati, Cahya Farhana, Khusnul Khatimah.

Tiga mahasiswi ini mempergerakan tarian mokambu dengan mengenakan pakaian adat lengkap khas suku kaili di Kabupaten Sigi. Selain itu, FTIK UIN Datokarama juga memperkenalkan bahasa kaili dan pakaian adat suku kaili ledo kepada mahasiswa/i dari tiga negara tersebut.

FTIK UIN Datokarama juga mengenalkan nilai – nilai pelestarian lingkungan yang dijunjung oleh masyarakat Suku Kaili, kepada mahasiswa/i tiga negara tersebut.

“Melalui DISC, kami ingin mahasiswa dari Malaysia, Thailand, dan Filipina pulang membawa cerita tentang keindahan budaya Kaili. Ini adalah cara kami membangun jembatan persahabatan melalui pendidikan dan kebudayaan,” ungkap Profesor Saepuddin.

  Program KKN Tematik, 252 Mahasiswa UIN Datokarama Mulai Turun ke Desa

Profesor Saepuddin menerangkan, dalam kegiatan DISC 2026 untuk lingkup FTIK, semua program studi mengusung tema yang mengarah pada solusi dalam mengatasi masalah krisis ekologi dengan berbagai pendekatan keilmuan dan keagamaan, serta budaya.

“Oleh karena itu, DISC menjadi kegiatan penting bagi perguruan tinggi untuk bersaling berdiskusi, bertukar pikiran dan pengalaman untuk menguatkan solusi terhadap krisis ekologi,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi cikal yang menguatkan upaya UIN Datokarama menjadi perguruan tinggi yang terdepan di Asia Tenggara, serta menjadi kampus yang maju di tingkat internasional. (***/red)