Bawaslu Coba Strategi Khusus

Bawaslu menurut Ivan Yudharta, perlu menyusun strategi dan antisipasi menghadapi permasalahan mulai kesulitan mengakses jaringan teknologi informasi yang berada di KPU, hingga keterbatasan kuantitas dan kualitas SDM di tahapan yang beririsan secara jadwal pelaksanaan.
Strategi yang perlu dilaksanakan oleh Bawaslu Sulteng katanya, adalah sosialisasi yang masih dan efektif dengan menyasar komunitas yang ada. Misalnya, majelis taklim, karang taruna, kalangan kampus, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta organisasi kemasyarakatan.
Baca juga :Bawaslu Meminta PKD Edukasi Warga Wujudkan Pemilu Jurdil
Selanjutnya, optimalisasi sarana pengawasan Bawaslu dan pengawasan partisipatif melalui peran pemantau Pemilu dan media.
Sedangkan, untuk antisipasinya, Ivan Yudharta menekankan untuk memberikan penguatan SDM Pengawas Pemilu, menggalakkan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif, mengintensifkan koordinasi antarpenyelenggara dan antara penyelenggara dengan instansi penegak hukum Pemilu lainnya yang berfokus pada identifikasi potensi masalah teknis dan hukum serta kerangka penyelesaiannya.
Selain itu, Bawaslu juga membuka ruang bagi masyarakat luas untuk menyampaikan pengawasannya jika menemukan dugaan pelanggaran di sekitarnya. Kalau memungkinkan, di suatu wilayah tertentu dibentuk Kampung Pengawasan Partisipatif, sebagaimana diatur oleh Perbawaslu Nomor 2 Tahun 2022.






