Senin, 12 Januari 2026
Ekbis, Home  

BERANI Panen Raya, Tangkap Banyak Dinilai Strategis Bagi Ketahanan Pangan dan Fiskal

BERANI Panen Raya, Tangkap Banyak Dinilai Strategis Bagi Ketahanan Pangan dan Fiskal
DR. Hasanuddin Atjo. Foto: Dok

Oleh Hasanuddin Atjo, Komisi Penyuluhan Pertanian Sulteng

BERANI Mewujudkan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai Wilayah Pertanian dan Industri Pengolahan yang Maju serta Berkelanjutan menjadi Visi dari Pemerintah Daerah ini, periode tahun 2025 – 2030.

Guberbur Sulteng Anwar Hafid serta wakilnya Reny Lamadjido telah menetapkan sembilan program BERANI, untuk merealisasikan visi tersebut. Dua diantaranya berhubungan dengan sektor Pertanian yaitu Berani Panen Raya serta Berani Tangkap Banyak.

Berani Panen Raya menjadi program Dinas TPH (Tanaman Pangan dan Hortikultura) serta Dinas Bunak (Perkebunan dan Peternakan). Sementara itu, Berani Tangkap Banyak jadi program Dinas KP (Kelautan dan Perikanan).

Sejumlah pemerhati memberi pandangan, kedua program itu merupakan penjabaran dari ASTA CITA (delapan cita cita) Presiden Prabowo Subianto periode tahun 2024 – 2029, berkaitan Ketahanan pangan dan fiskal (devisa).

Perencanaan seperti Ini telah inline (selaras) antara pusat dengan daerah. Pola seperti ini sejak lama menjadi harapan, namun terbentur pada alasan jarak waktu pelaksanaan Pilres dan Pilkada yang terpaut jauh.

Pelaksanaan Pilpres 2024 dan Pilkada 2025 secara simultan menjadi jawaban akan alasan dari perbedaan waktu tersebut. Karena itu kreatifitas daetah menjadi strategis mewujudkan target target yang ditetapksn dalam RPJMD dan RKPD.

Keberhasilan program Berani Panen Raya, Berani Tangkap Banyak berpulang pada desain perencanaannya, transfomasi inovasi, dukungan infrastruktur, dan keterlibatan sektor swasta (pengusaha dan masyarakat), serta kapasitas SDM, maupun dukungan pembiayaan.

Karena itu, ketiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu dalam desain perencanaannya, antara lain rencana stategis
(Renstra) harus menetapkan komoditi yang jadi prioritas untuk ketahanan pangan dan devisa periode lima tahun akan datang.

Dalam menetapkan komoditi Ketahanan Pangan maupun untuk devisa, mesti melalui kajian akademik agar terukur dan berkelanjutan. Mekanisme seperti Ini kadangkala menjadi soal, karena tidak dilakukan. Dan bila dilakukan kadangkala hasilnya tidak sesuai harapan.

Masing masing OPD diharap telah melakukan mekanisne itu dan bisa diterima. Selanjutnya menyusun peta jalan, roadmap sebagai pedoman didalam pelaksanaan program tersebut agar bisa terukur, terkendali.

Satu contoh baik ditunjukkan oleh Gubernur Anwar Hafid, yaitu peningkatan produktiftas padi sawah sekitar 100 persen yaitu dari 3 ton menjadi 6 ton per ha per musim tanam antara lain melalui pembentukan dan peran Brigade Pertanian.

Target ini diyakini bisa dicapai bila diikuti dengan penyusunan peta jalan mempertimbabgkan sejumlah faktor seperti SDM, dukungan infrastruktur, inovasi dan teknologi, keterlibatan pelaku usaha dan masyarakat serta dukungan perbankan.

Keterlibatan secarar langsung
Gubernur Anwar mengawal program strategis seperti itu sangat penting. Apalagi sektor pertanian kontrobusi terhadap PDRB Sulteng tetus menurun dari tahun ke tahun, digeser oleh industri pengolahan dan industri penggalian.

Padahal sektor Pertanian yaitu Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikuktura, Pekerbunan, Peternakan, Kelautan dan Perikanan serta Kehutanan merupakan sektor andalan Provinsi Sulawesi Tengah.

Dan hal yang dnilai tidak kalah pentingnya bahwa sektor ini
(Pertanian) mulai ditinggalkan masyarakat dan bekerja pada sektor lain, karena tidak bisa lagi bersaing sebagai sumber lapangan kerja.

Peran Bappeda dan BPKAD menjadi strategis mengalokasi anggaran terhadap program ini dan telah mempertimbangkan mekanisme kajian akadenik dan peta jalan.

Dan bila perlu dijadikan salah satu syarat didalam penentuan alokasi anggaran OPD. Apalagi di Bappeda telah ditempatkan tim asistensi Pemprov yang bisa membantu terkait dengan hal tersebut.

Terakhir , bahwa kedua target itu (Ketahanan Pangan, devisa) mesti dibuat rolemodel (Pilot Project), mengimplementasi peta jalan yang telah dibuat dan dikoreksi. Dan nantinya rolemodel ini diharapkan bisa berkembang jadi rolemodel bisnis pertanian berorientasi industri. SEMOGA