Buol, Teraskabar.id– Nipa Botutihe, bocah berusia 10 tahun yang terseret arus laut
di pantai dusun Tanjung, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, akhirnya ditemukan.
Bocah perempuan asal lingkungan Tanjung, Kelurahan Buol, ditemukan Tim SAR gabunganpada hari ketiga pencarian. Korban ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal dunia.
“Tim SAR Gabungan yang melakukan pencarian mendaptkan informasi korban mengapung,” kata Muh. Rizal, S.H., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Senin (17/2/2025).
Tim SAR gabungan kemudian menuju lokasi penemuan korban. Pada pukul 15.30 Wita, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban pada koordinat 1°12’8.96″N -121°29’19.59″E , 4 NM dari lokasi kejadian, heading 43° arah Timur Laut dari lokasi kejadian.
Selanjutnya korban diserahkan ke pihak keluarga.
Sebelumnya bocah bernama Nipa Botutihe (10), dikabarkan terseret arus laut di pantai dusun Tanjung, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
Bocah perempuan itu terseret arus saat mandi-mandi bersama 3 rekannya di pesisir Pantai Tanjung, Sabtu (15/2/2025), pukul 16.45 Wita.
“Saat asyik mandi-mandi, tiba-tiba ombak besar datang sehingga korban terbawa arus laut,” kata Muh. Rizal, S.H., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Sabtu malam (15/2/2025).
Menurut Rizal, tiga rekan korban berhasil selamat dalam insiden tersebut dan seorang masih dalam pencarian. Upaya pencarian telah dilakukan oleh pihak keluarga dan masyarakat setempat namun hasil masih nihil.
Sesaat setelah informasi diterima mengenai seorang bocah terseret arus, tim Rescuer dari unit siaga SAR Tolitoli berjumlah 4 personel diberangkatkan ke dusun Tanjung, Kabupaten Buol, dengan estimasi tiba pada Ahad, (16/2/2025) pukul 00.35 wita atau sekitar 5 jam perjalanan.
Unsur yang terlibat dalam pencariandi antaranya, Unit Siaga SAR Tolis, BPBD, Pemerintah desa dan masyarakat setempat. (red/teraskabar)







