Poso, Teraskabar.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso saat ini sedang melaksanakan dan merampungkan belasan proyek sarana penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Poso, yang bersumber dari dana hibah Badan Bencana Nasional Tahun anggaran 2024 sebesar Rp 20 Miliar.
Hal tersebut diungkapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Hi. Anwar kepada Teraskabar, Senin (14/7/2025) di ruang kerjanya.
Lebih lanjut menurutnya, dana hibah tersebut sesuai dengan peruntukannya untuk rehabilitasi sarana penanggulangan bencana yang rusak pasca terjadinya bencana seperti banjir.
Titik lokasi sarana penanggulangan bencana yang akan ditetapkan sebagai proyek rehab tersebut, terlebih dahulu dilakukan opname dengan sangat teliti. Bahkan tim dari Badan Bencana Nasional turun langsung melakukan pengecekan untuk memastikan titik koordinat dari lokasi proyek tersebut.
“Dana hibah itu dibagi ke 16 titik proyek yang tersebar di wilayah Kabupaten Poso dengan total anggaran Rp19,5 Miliar lebih, sisa dari anggaran hibah yang tidak terpakai langsung dikembalikan ke rekening Badan Bencana Nasional. Dana hibah tersebut ditransfer ke rekening Pemda Poso pada akhir Desember 2024,” sebutnya.
Anwar juga menjelaskan jika proyek rehabilitasi penanggulangan bencana yang dikelola BPBD Poso ini bukan bangun baru, hanya rejabilitasi saja pasca terjadinya bencana. Tapi pengerjaannya bukan asal jadi. Semua dikerjakan berdasarkan kajian tehnis yang matang dengan pertimbangan teknik yang mengutamakan kualitas serta efek dari bencana dikemudian hari.
Contohnya seperti rehabilitasi penampang dinding penahan tanah di sungai Kayamanya Poso dengan anggaran Rp2 Miliar lebih, panjang kurang lebih 200 meter dengan ketebalan beton bagian bawah 1,5 meter yang dikerjakan oleh CV. Almajaro.
Pekerjaan itu hanya memperbaiki dinding saluran sungai yang rusak atau longsor setelah selesai banjir atau bencana dengan lebih menguatkan pada rehab dinding yang baru.
” Rehabilitasi yang kami kerjakan di Sungai Kayamanya sudah sesuai dengan mekanisme tekniknya, mengganti dinding penahan tanah atau tanggul yang patah dengan yang lebih tahan terhadap bencana serta hantaman air saat banjir. Jadi proyek hibah kali ini memang hanya untuk rehabilitasi bukan bangun baru tapi mengedepankan kualitas atau mutunya sebab untuk penanggulangan bencana banjir dan abrasi di tepi danau Poso,” tuturnya.
Menurutnya, proyek hibah yang ditangani BPBD Poso tahun ini akan selesai pada bulan September 2025. Namun, ada beberapa titik pekerjaan yang mungkin akan diadendum waktunya akibat adanya gangguan alam seperti di pinggiran danau Poso.
“Jadi proyek kami ini akan berakhir pada bulan September nanti. Tapi kemungkinan ada beberapa titik proyek yang akan ada penambahan waktu pelaksanaannya akibat siklus alam seperti masih banjirnya atau tingginya permukaan air danau Poso untuk proyek tanggul antisipasi luapan danau Poso seperti di lokasi tepian danau di Pendolo Kecamatan Pamona Selatan dan berapa lainnya yang juga di tepian danau Poso yang tentunya butuhkan keterangan ahli untuk mendapatkan adendum waktu tersebut, ” tutup H. Anwar. (deddy/teraskabar)






