Palu, Teraskabar.id – Civitas akademika Universitas Abdul Azis Lamadjido (Azlam) menggelar kuliah umum dengan mengundang Bupati Sigi Mohamad Irwan, M.Si sebagai pembicara tamu.
Kuliah umum yang dilaksanakan di aula kampus Universitas Azlam Jalan Soeharso Kota Palu, Senin (17/6/2023) pukul 09.00 Wita, dibuka langsung oleh Ketua Yayasan Panca Bhakti Sulawesi Tengah H. Rendy A. Lamadjido dan dihadiri civitas akademika.
Baca juga: Universitas Azlam dan Kemenkumham Jalin Kerjasama untuk Perlindungan HAKI
Rendy Lamadjido saat menyampaikan sambutan pada pembukaan kuliah umum, memberi apresiasi kepada Bupati Sigi, Moh Irwan Lapatta yang bersedia memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Azlam.
Menurutnya, Universitas Azlam sangat selektif dalam mengundang narasumber untuk membawakan kuliah umum. Rekam jejak di bidang prestasi menjadi pertimbangan utama dalam memilih narasumber untuk membawakan kuliah umum tersebut.
“Kami menyaring, melihat apa prestasi serta apa yang telah dilakukan calon pemateri sebelum menjatuhkan pilihan untuk mengundang sebagai pemateri. Alhamdulillah, kita jatuhkan pilihan kepada bapak Bupati Sigi yang telah membawa kemajuan pada Kabupaten Sigi, sejajar dengan kabupaten-kabupaten yang ada di Sulawesi tengah,” ujarnya.
Baca juga: Tiga Calon Rektor Universitas Abdul Azis Lamadjido Ikuti Asesmen
Rendy juga meminta kepada seluruh civitas akademika, terutama kepada mahasiswa yang hadir agar menyimak serius materi yang disampaikan oleh Bupati Sigi. Sebab, pemateri yang dihadirkan memiliki segudang prestasi selama memimpin Kabupaten Sigi.

“Anak-anak ku mahasiswa tolong simak baik-baik materi yang dipaparkan oleh Pak Bupati Sigi, karena beliau memiliki segudang prestasi,” kata mantan anggota DPR RI tiga periode itu.
Tak menutup kemungkinan lanjutnya, apa yang dipaparkan oleh Bupati Sigi, bisa menjadi bahan kajian untuk tugas akhir mahasiswa nantinya. “Inilah tujuan utama pelaksanaan kuliah umum,” katanya.
Baca juga: Gabung Dua Sekolah Tinggi, Universitas Azis Lamadjido Resmi Kantongi SK Mendikbud Ristek
Ia menegaskan, pelaksanaan kuliah umum di Universitas Azlam harus terus diintensifkan pelaksanaannya. Minimal sekali dalam enam bulan.
Rendy pada kesempatan tersebut kembali mengungkapkan legalitas Universitas Azlam berupa SK diterbitkan oleh pemerintah pada 12 April 2023.
Sementara itu, bupati Sigi dalam paparan materinya mengawali tantangan yang ditujukan kepada setiap mahasiswa untuk memiliki mimpi. Mimpi yang dimaksud yaitu lompatan target kedepan yang keluar dari zona nyaman.
Baca juga: Pendaftaran KIP Kuliah 2022 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar
“Adik-adik mahasiswa juga harus punya mimpi karena mimpi itu harus ada di hati dan kepala pada setiap orang,” ujarnya.
“Kalau saya tidak punya mimpi, maka saya tidak akan berdiri di sini, “tambahnya.
Secara detail dijelaskan Bupati Sigi, bahwa dirinya dulu ada seorang ASN di Donggala. Kala itu Sigi belum terbentuk sebagai daerah otonomi baru (DOB) dan masih bergabung dengan Donggala.
Sebagai seorang ASN karir menuju puncak harus terstruktur dan itu memang sudah diatur dalam penjenjangan birokrat. Sehingga, ia mencoba memilih jalur politik melalui pemilihan bupati Sigi disaat usia masih tersisa 16 tahun sebelum purna tugas.
“Alhamdulillah, mimpi saya terwujud dan menjadi bupati Sigi,” kata Irwan. (teraskabar)






