Secara ekonomi, bangsa Indonesia belum mandiri. Ekonomi Indonesia digerakkan secara massif oleh investor dari luar negeri. Dalam konteks lokal, seperti yang terjadi saat ini di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara, investasi terjadi dalam jumlah yang sangat besar dan menjadikan daerah ini terdepan pertumbuhannya dari sisi ekonomi.
“Proses industrialisasi berjalan sangat massif, saya kira IMIP hari ini sudah menciptakan lapangan kerja sekitar 100 ribu orang, belum lagi Kawasan industry lain di Morowali dan Morowali Utara,” ujarnya.
Baca juga: Seri 1 Hari Dharma Samudera, Ferdi Wuner Juarai Turnamen Catur Piala Percasi Tatanga 2023
Beberapa tahun ke depan, akan terjadi investasi asing di Indonesia secara progresif, khususnya di Sulawesi Tengah. Dan, ini sama sekali belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia.
Namun bila melihat dari semangat nasionalisme sebagaimana perkembangan investasi yang terjadi di Morowali, hampir seluruhnya dikuasai oleh investor asing.
Sebagaimana riset yang telah ia lakukan pada tahun lalu, bahwa 95 persen PDRB yang ada di Morowali, seluruhnya dihisap ke luar dari daerah itu. Penyebabnya, seluruh pengelolah tambang yang ada di Morowali, berasal dari luar daerah. Satu satunya putra daerah Morowali adalah Ahmad Ali.
“Ahmad Ali satu satunya penambang Sulawesi Tengah yang memiliki konsesi. Penambang yang lain dalam skala besar, itu bukan miliki orang Sulteng,” kata Anto Sangadji panggilan akrabnya.
“Industrinya apalagi, murni milik Tiongkok,” tambahnya.

Sehingga, kritik saat ini dalam konteks realita kekinian adalah Indonesia belum mandiri secara ekonomi sebagaimana digagas dalam UUD 1945.
Bagaimana sikap kader HMI dalam konteks Pilkada serentak 2024. Kader HMI harus memiliki soliditas dalam mengorbitkan kadernya, baik itu di legislative maupun sebagai pucuk pimpinan dalam suatu daerah.
“Harus ada nilai kebersamaan yang harus diciptakan dan KAHMI harusnya mendorong kadernya maju dalam Pilgub, bukan malah mendukung orang luar,” kata Anto Sangadji.






