Selasa, 13 Januari 2026
Ekbis  

Cerita Pelaku UMKM Perempuan Eksis di Pasar Global Melalui Binaan Telkom

Cerita Pelaku UMKM Perempuan Eksis di Pasar Global Melalui Binaan Telkom
Proses produksi salah satu UMKM binaan Telkom Batik “ATIK”, Batik Besurek khas Bengkulu. Foto: Humas Media Telkom

Jakarta, Teraskabar.id PT Telkom Indonesia ( Persero) Tbk (Telkom) bersama komunitas perempuan berkarya (Srikandi) TelkomGroup tetap berupaya untuk mendukung kesetaraan gender di lingkungan kerja ataupun dalam lingkup yang lebih luas, termasuk terhadap pelaku ekonomi mikro kecil binaannya seperti pada usaha batik.

Dalam hal ini, sejalan dengan arahan Menteri BUMN RI Erick Thohir supaya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi digital secara menyeluruh lewat Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), Telkom ikut mendorong pelaku UMKM perempuan unggulan untuk bisa bertahan serta memajukan bisnisnya ditengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Baca jugaDekranasda Sulteng Belum Optimal Sejahterakan Pengrajin

Tidak hanya itu, program pelatihan kewirausahaan serta pemberdayaan untuk pelaku UMKM yang dijalankan oleh Telkom juga dikelola oleh sebagian besar tenaga ahli wanita.

UMKM Binaan Telkom Tembus Pasar Global

Sampai saat ini tidak sedikit UMKM binaan Telkom yang sukses leading sector bahkan tumbuh jadi unggulan skala global pada lini usahanya seperti Batik OZZY Pekalongan.

Pemilik usaha Batik OZZY, Lianawaty Hidayat, sukses merintis butik fesyen serta batik handcraft dengan desain produk yang terinspirasi dari kombinasi peristiwa alam dan kehidupan sosial. Mengusung slogan” The Most Unique Handcraft Batik from Pekalongan”, Batik OZZY bisa dikenali dari karakteristik khas pada batik warna serta tulisan tangan pada rancangannya.

Pinjaman Modal Telkom Sukses Cetak Pelaku Usaha

Program pinjaman modal usaha sebagai program utama dalam menunjang pelaku usaha sampai saat ini masih konsisten dijalankan oleh Telkom. Lewat program ini, Telkom banyak mencetak pelaku usaha unggulan yang sukses dalam ekspansi bisnisnya. Hal ini dialami oleh usaha Batik Besurek khas Bengkulu“ ATIK”, dirintis semenjak tahun 1999, ATIK masih terus optimis untuk memperkenalkan daerah Bengkulu melalui produk kerajinan batik khasnya.

  CPM Kolaborasi Pemkot Palu Gelar Pasar Murah: Harga Rp160 Ribu Tebus Rp50 Ribu

Sempat mengalami kesulitan dalam bersaing dengan kompetitor, ATIK sukses menggelar inovasi terhadap produk dan pemasarannya melalui bantuan yang disalurkan oleh Telkom.

Binaan Telkom Sukses Lahirkan Ratusan Pengrajin

Selain itu, UMKM Batik Widi Nugraha juga turut menjadi berpartisipasi pada program pembinaan yang diadakan oleh Telkom. Menjalankan usahanya semenjak tahun 2010, Budi Siwi Riyayanawati, saat ini sukses melahirkan ratusan lebih pecanting profesional yang mendukung usahanya termasuk putra keduanya Widi Rosliandi Nugraha. Terlahir sebagai penyandang disabilitas tuna rungu, Widi sukses menuntaskan pendidikannya dari SLB- B jurusan tata busana, untuk melanjutkan usaha batik.