Palu, Teraskabar.id – Lokasi hunian tetap (Huntap) Kelurahan Tondo, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dibangun di areal bekas sungai mati dianggap sebagai pemicu banjir yang melanda kawasan tersebut pada Ahad (31/7/2022).
“Dari awal proses perencanaan pembangunan huntap ini salah karena dibangun di aliran sungai mati,” kata Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Palu, Muslimun, Selasa (2/8/2022).
Baca juga : 3.600 Unit Huntap Belum Terbangun bagi Korban Bencana Pasigala di Palu
Ia menegaskan perencanaan pembangunan huntap di Kelurahan Tondo itu merupakan kesalahan fatal karena berada di garis aliran bekas sungai atau muara.
Terlebihlagi, kawasan Huntap Tondo hanya dilengkapi dengan drainase kecil yang menurutnya tidak layak untuk jumlah hunian yang mencapai ribuan jiwa.
Ia berharap, dengan kesalahan dari perencanaan pembangunan huntap 1 yang dibangun di aliran sungai mati, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu bisa menyiapkan perencanaan yang matang untuk pembangunan huntap selanjutnya.
Baca juga : Kota Palu Menerima Penghargaan Perencanaan Pembangunan Terbaik
Menurutnya, perencanaan pembangunan huntap selanjutnya yang akan dibangun di Kelurahan Talise Valangguni dan Kelurahan Petobo bisa melibatkan pihak terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan dinas lainnya agar tidak terjadi peristiwa seperti di huntap Tondo.
“Saat ini proses pembangunan huntap sudah tahap lelang, kita harap seiring berjalannya proses pembangunan, Pemkot bisa mengevaluasi perencanaan pembangunan huntap Talise Valangguni dan juga huntap Petobo,” ujarnya.
Ia juga mendorong Pemkot dan pihak balai serta kontraktor yang nanti memenangkan tender pembangunan huntap untuk terbuka dan menyampaikan perencanaan pembangunannya ke publik.
Tujuannya, agar ada evaluasi bersama, jangan sampai pembangunan hanya akan merugikan penyintas yang menerima huntap. (teraskabar)







