Tolitoli, Teraskabar.id – Pasokan obat – obatan untuk 15 Puskesmas yang melekat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tolitoli masih menggunakan stok lama tahun 2024. Pengadaan obat di Dinkes itu menggunakan 13 vendor yang ditunjuk Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK).
” Obat – obatan yang tersedia sekarang ini masih menggunakan pengadaan tahun lalu, persediaan obat dianggap masih aman,” kata Kasi Instalasi Farmasi Dinkes Tolitoli, Catur Ari Sumantri di kantornya, Senin (19/5/2025).
Pasokan obat – obatan yang tersedia dari pengadaan tahun lalu ini anggarannya kurang lebih sebesar Rp2 Miliar, sementara tahun 2025 sekira Rp2,9 Miliar. Dalam pengadaannya pihaknya mengakomodir 13 vendor di antaranya PT Kimia Farma.
” Obat – obatan yang diadakan melalui vendor sumbernya bukan hanya dari DAK tapi ada juga dari APBD, kalau APBD tahun lalu senilai Rp183 juta, tahun ini juga hampir Rp200 juta,” jelas Catur.
Pihak Dinkes dalam penyaluran obat ke Puskesmas di 10 Kecamatan di Kabupaten Tolitoli dilakukan setiap bulan berdasarkan permintaan sesuai Rencana Kebutuhan Obat Puskesmas (RKOP).
Ia menyatakan, pelaksanaan pengadaan obat – obatan tahun 2025 sampai sekarang belum dilakukan penyerapan anggaran disebabkan pejabat yang menjadi pelaksana kegiatan baik PPK dan PTK belum jelas siapa yang akan dipercayakan.
” Tahun ini belum jelas siapa yang ditunjuk menjadi PPK dan PPTK pada kegiatan pengadaan obat – obatan, kita masih salurkan obat stok lama,” tuturnya.
Catur mengakui karena belum ada pengadaan baru, maka obat – obatan yang disalurkan ke sejumlah Puskesmas menggunakan stok lama dan penyalurannya dapat dilakukan hingga desember tahun ini.
” Hanya sebagian obat yang bisa disalurkan sampai akhir Desember, sedangkan sebagiannya stoknya sudah habis, seperti obat penyakit gula. (ram/teraskabar)







