Senin, 12 Januari 2026
News  

Dirjen Pengawasan Tenaga Kerja akan Investigasi Insiden Maut di PT. ITSS IMIP Morowali

Dirjen Pengawasan Tenaga Kerja segera Investigasi Insiden Maut di PT. ITSS IMIP Morowali

Palu, Teraskabar.idKepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Tengah, Arnold Firdaus menyampaikan bahwa anggota Dinas Tenaga Kerja telah berangkat ke lokasi kecelakan kerja yang menewaskan 13 karyawan PT. ITSS di Kawasan IMIP Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), Ahad (24/12/2023).

“Tim telah bergerak ke lokasi tadi pagi, Ahad (24/12/2023) untuk melakukan investigasi terhadap kecelakaan kerja yang menewaskan 13 karyawan PT ITSS di Kawasan IMIP Bahaodopi Morowali,” kata Arnold yang diteruskan Biro Adpim Setdaprov Sulteng dari WhatsApp Grup Pemprov Sulteng.

Arnold juga menyampaikan, bahwa Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Tengah telah berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Pengawasan Tenaga Kerja dan Direktur Pemeriksaan Kementerian Tenaga Kerja RI terkait insiden kecelakaan kerja di PT ITSS IMIP tersebut.

“Tim dari Kementerian akan segera turun untuk melakukan isvestigasi bersama,” ujar Arnold.

Masih menurut Arnold, pihaknya juga telah melakukan  komunikasi dengan PT. IMIP dan menyampaikan bahwa penanganan korban dan hak-hak mereka harus menjadi prioritas utama untuk diselesaikan.

Terkait dengan hak-hak tenaga kerja, Tim BPJS Ketenagakerjaan Cabang Morowali juga telah berkoordinasi dengan manajemen IMIP dan rumah sakit untuk penanganan korban.

Sebagaimana diberitakan, tungku smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (PT. ITSS) di Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP) dilaporkan meledak hari ini, Ahad (24/12/2023).

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, sebagaimana dikutip dari kesaksian karyawan pero silicone PT ITSS, pada pukul 5.30 Wita, karyawan pero silicone PT ITSS sedang melakukan perbaikan tungku dan melakukan pemasangan plat pada bagian tungku tersebut. Hal ini menurut saksi, diduga penyebab insiden ledakan sehingga membuat beberapa tabung oksigen di sekitaran area juga ikut meledak.

  Gubernur Sulteng akan Meninjau Lokasi Gempa Bumi di Sigi Hari Ini

Adapun perkembangan informasi yang diperoleh di lapangan, menyebutkan bahwa jumlah korban sementara di dua klinik tempat para karyawan mendapatkan penanganan medis, yaitu di klinik 1 dan klinik 2, dilaporkan sebanyak 35 orang.

Dengan rincian, meninggal 13 orang.  Sisanya, dalam kondisi kritis, luka berat, serta luka ringan yang keseluruhannya sedang dalam penangan medis.

Masih menurut informasi yang diterima media ini, sebagian korban yang kritis dan luka berat  karena mengalami luka bakar di sekujur tubuh yang diperkirakan 70% mengalami luka bakar. (teraskabar)