Senin, 12 Januari 2026

Dua Anggota Tim Pemenangan Bapaslon Kada Parimo Kompak Dukung Anwar – Reny di Pilgub Sulteng

Dua Anggota Tim Pemenangan Bapaslon Kada Parimo Kompak Dukung Anwar - Reny di Pilgub Sulteng
Bakal Calon Gubernur Sulteng, Anwar Hafid saat menyampaikan orasi politik di hadapan belasan ribu Warga Touna, Rabu malam (24/7/2024) di Lapangan Lewaka Ampana. Foto: Tim BERANI

Parimo, Teraskabar.id – M. Ridah dan Gayus adalah tim Amrullah Almahdali di Kasimbar. Kemudian Ginto adalah tim Erwin Burase juga di Kasimbar, bersatu mendukung pasangan BERANI (Bersama  Anwar – Reni/y) di Pilgub Sulteng 2024.

Alasan ke tiganya karena sejak 2020, Anwar Hafid sudah membantu mereka dalam acara turnamen volly ball. Selain itu ada hubungan struktural dalam organisasi keagamaan yakni Komda Alkhairaat.

Baca jugaAnwar Hafid Imbau Warga Tolak Politik Uang, Berakibat 5 Tahun Menderita

“Kami di sini di Kasimbar Abnaul Khairaat, jadi secara organisasi kami ada hubungan emosional dengan pak Anwar Hafid, sehingga kami dari dua tim bakal calon bupati yang berbeda, bersatu untuk memenangkan Anwar – Reny di Kasimbar ini,” kata Ridha  diamini pak Gayus saat menjawab media ini, Sabtu (14/9/2024) di Kasimbar.

Hal senada dikatakan Saharia (49), warga Desa Tada, Kecamatan Tinombo Selatan. Ia bersama keluarganya menjatuhkan pilihannya kepada Anwar Hafid dan Reny Lamadjido pada Pilgub Sulteng 2024.

“Semua dari tiga calon ini baik, tapi saya lebih jatuh cinta ke pasangan Anwar – Reny,” katanya.

Ketertarikannya terhadap pasangan yang bertagline BERANI (Bersama Anwar Reni/y) ini tak lain adalah karena program mereka yang mengusung pendidikan dan kesehatan gratis.

Baca jugaDekat Presiden Bukan Jaminan Sukses, Anwar Hafid: Pengalaman Birokrasi Penentu Keberhasilan Memimpin

“Program pak Anwar itu bagus. Ada pendidikan dan kesehatan gratis, itu yang saya tau. Apalagi, saya ini punya cucu 7 orang yang pastinya butuh pendidikan nantinya. Olehnya, saya sekeluarga pilih mereka,” ungkapnya.

Wanita yang kesehariannya sebagai penjual nasi kuning ini mengaku, bahwa dirinya sudah mengenal Anwar Hafid dan Reny Lamadjido.

  Ketua DPD RI Apresiasi Sulteng Jadi Tuan Rumah Pertama Milad Nasional BKPRMI di Luar Jawa

“Kalau Anwar Hafid saya pertama lihat di baliho-baliho dan berlanjut di media sosial. Sementara Ibu Reny, saya kenalnya waktu dia jadi Direktur RSUD Anutapura Palu,” ujarnya.

Diceritakan, pada tahun 2005 dia mengalami keguguran hingga terjadi pendarahan dan masuk di RS Anutapura. Saat itu, dilayani dengan baik oleh pihak rumah sakit.

“Bukan ibu Reny yang layani, hanya kebetulan saat itu beliau berada di tempat dan memerintahkan anak buahnya untuk secepatnya melayani. Di situ saya lihat langsung dokter Reny, orangnya baik dan ramah sekali,” kenangnya.

“Harapannya, semoga pak Anwar dan ibu Reny ditakdirkan untuk mempin daerah ini dan komitmen terhadap apa yang mereka sudah programkan,” tambahnya.