Minggu, 25 Januari 2026
Home, News  

Dua Korban Dugaan TPPO asal Guntarano Donggala Tiba di Palu dari Surabaya Hari Ini

Dua Korban Dugaan TPPO asal Guntarano Donggala Tiba di Palu dari Surabaya Hari Ini
Direktur LBH Sulteng, Julianer, SH bersama Tim PH dan sejumlah keluarga korban dugaan TPPO asal Kota Palu, diskusi evaluasi dan bedah kasus di Kantor LBH Sulteng, Palu. Foto: Kiriman Yahdi Basma

Palu, Teraskabar.id – Dua perempuan korban dugaan tindak pidana perdagangan orang atau TPPO asalDesa Guntarano, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, akan tiba di Palu dari Surabaya hari ini, Selasa (21/5/2024).

“Alhamdulillah, berkat kesigapan Tim Advokasi TPPO yang terdiri dari sejumlah Lawyer LBH Sulteng, Solidaritas Perempuan Palu serta beberapa individu yang konsern, besok, Selasa (21/5/2024), Insya Allah dua korban inisial SR dan RN tiba di Palu dari Bandara Juanda Surabaya,” kata Aktivis 98 Yahdi Basma melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Senin malam (20/5/2024).

Baca juga: Dua Warga Guntarano Donggala Diduga Korban Perdagangan Manusia, Sulteng Darurat TPPO?

Yahdi menjelaskan,  rencana pemulangan kedua Perempuan asal Guntarano Donggala itu ke Kota Palu, setelah Tim Advokasi TPPO  berkoordinasi secara intens dengan para pihak, untuk memulangkan 2 korban TPPO yang saat ini telah 2 pekan berada di Surabaya.

Rencana pemulangan dua Perempuan korban dugaan TPPO itu karena dukungan dan koordinasi para pihak, akhirnya pihak BP3MI atau Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Jawa Timur, serta koneksi jaringan aktivis 98, bergerak memfasilitasi kedua korban tersebut yang sudah lebih 20 hari terpisah dengan keluarganya di Guntarano, Kabupaten Donggala.

Rencana pemulangan terhadap 2 perempuan asal Guntarano Donggala itu, juga diperoleh informasinya dari perempuan inisial AR warga Jalan Tombolotutu, Kelurahan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Perempuan AR merupakan rekan dua perempuan asal Guntarano yang kinim masih berada di Surabaya menunggu pemulangan besok pagi yang difasilitasi Tim TPPO.

Baca jugaUsai Kabur dari Bandara Juanda, 2 Warga Guntarano Donggala Diancam Jaringan Sindikat TPPO

“Iya, dari sejak kami berangkat ke Jakarta 30 April 2024, lalu ke Surabaya, saya berhasil kabur dan dibantu Kak Yahdi Basma melalui temannya di Jakarta, balik tiba di Palu 11 Mei 2024. Jadi dua orang teman saya (SR dan RN) sampai hari ini, Senin 20 Mei 2024 masih berada di Surabaya,” ujar korban AR yang warga Talise, Kota Palu ini.

“Syukur alhamdulillah, katanya besok, Selasa 21 Mei 2024, mereka semoga bisa tiba di Palu, dari informasi di WAGrup yang saya ikuti,”  lanjut ibu muda kelahiran Talise tahun 1999 ini.

  Warga Morowali Korban Perdagangan Orang, Dipekerjakan di Bahrain Tanpa Gaji

Sekaitan rencana pemulangan dua Perempuan asal Guntaran Donggala tersebut, Yahdi mengatakan, pesawat yang mengangkut ke dua Perempuan korban dugaan TPPO tersebut akan tiba di Palu sekitar pagi hari.

“Besok, Selasa,  21 Mei 2024 waktu dhuha, diperkirakan flight yang digunakan ke dua korban tersebut, landing di Bandara Mutiara SIS Aldjugri Palu, dari Bandara Juanda Surabaya,” kata mantan anggota DPRD Sulteng dari Fraksi Nasdem itu.

Baca jugaIsu Darurat TPPO Yang Disuarakan Yahdi Basma Jadi Tema Khusus Diskusi MPR RI

Direncanakan besok pagi, kata Yahdi, Tim Advokasi TPPO Sulteng bersama LBH Sulteng, SP Palu dan pihak BP3MI Kota Palu, turut menjemput 2 korban TPPO tersebut.

Tentu saja, harapan publik bahwa dengan kepulangan korban TPPO ini, proses hukum tetap harus ditegakkan. “Benar, harus diusut tuntas, apalagi kan memang ada Perpres 49 Tahun 2024 tentang Gugus Tugas Pencegahan dan Perlindungan TPPO di Indonesia. Regulasi jangan sekedar tumpukan lembaran kertas, namun harus berdiri tegak melindungi rakyat,” imbuh Yahdi.

Ke depan, tak boleh lagi ada korban-korban berikut nya. Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja ke luar negeri, harus benar-benar bekerja profesional berdasarkan ketentuan yang berlaku. (teraskabar)